Pantai di Tabanan masih Tutup untuk Wisatawan

Sejumlah pantai di Kabupaten Tabanan yang biasanya digandrungi wisatawan, sejak pandemi Covid-19 hingga kini masih tutup.

PANTAI-Meski msih tutup, pengelola rutin melakukan penataan dan pemeliharaan kebersihan di kawasan Pantai Yeh Gangga.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah pantai di Kabupaten Tabanan yang biasanya digandrungi wisatawan, sejak pandemi Covid-19 hingga kini masih tutup. Meski begitu, sejumlah pengelola mulai bersiap menghadapi new normal salah satunya penyediaan fasilitas cuci tangan di beberapa titik di kawasan objek.

“Di luar keperluan untuk kegiaatan yadnya, kegiatan untuk berwisata termasuk memancing di kawasan Pantai Yeh Gangga masih ditutup hingga kini. Upaya tersebut sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di kawasan dan juga merupakan keputusan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan,” tutur Bendesa Adat Yeh Gangga, Desa Sudimara, I Ketut Dolia, Selasa (7/7).

Terangnya, penutupan ke kawasan Pantai Yeh Gangga ini berlaku juga pada momen banyu pinaruh (sehari setelah hari raya Saraswati) lalu, mengingat biasanya pada momen tersebut berpotensi akan menyedot ratusan orang datang ke Pantai Yeh Gangga untuk melukat, sehingga diputuskan untuk menutup total kunjungan pada momen tersebut. Imbuhnya, bahkan terkait penutupan total pada momen banyu pinaruh tersebut, diinformasikan melalui media sosial.

“Namun ada saja pengunjung yang datang saat itu, tapi kami sudah arahkan untuk kembali atau tidak melanjutkan perjalanan ke kawasan pantai,” tuturnya.

Jelas Dolia, penutupan kawasan ini dilakukan dengan penjagaan di pintu masuk melibatkan satgas gotong royong dari desa adat. Katanya, penjagaan tersebut termasuk bertugas untuk memantau sejumlah pura di kawasan pantai hingga tempat usaha ada di pinggir Pantai Yeh Gangga yang juga tutup hingga saat ini.

“Saat ini kami mengambil kebijakan hanya warung-warung kecil saja berada di pinggir pantai yang dikelola oleh desa adat boleh buka. Namun, konsumen dari warung ini otomatis merupakan masyarakat yang melakukan aktivitas yadnya saja,” ujarnya.

Sambungnya, hingga kini masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk dibukanya kembali kawasan Pantai Yeh Gangga. Di sisi lain akuinya, meski menutup diri untuk kunjungan wisatawan, pihaknya telah bersiap untuk menghadapi new normal, mulai dari kegiatan bersih-bersih pantai hingga menyediakan tempat cuci tangan disejumlah titik di sekitar kawasan pantai.

“Kami persiapkan saja meski belum ada keputusan resmi kapan pantai bisa dibuka,” ujarnya.

Hal sema juga dilakukan Pantai Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Kata Bendesa Adat Kelating Dewa Made Maharjana, penutupan pantai untuk kunjungan wisatawan masih diberlakukan, bahkan pada saat Hari Raya Saraswati dan banyu pinaruh penjagaan ketat diberlakukan dengan melibatkan pecalang dan linmas. Ini sebagai antisipasi adanya masyarakat malukat Banyu Pinaruh ke pantai.

Menurutnya, meskipun Pantai Kelating belum dilengkapi sejumlah fasilitas wisata, kunjungan wisatawan utamanya hari libur sangat banyak. Per hari bisa mencapai 100 orang sekedar untuk refresing dan mandi.

“Saat ini kami masih tutup, belum berani buka, kalau dibuka secara umum kami takut kunjungan bisa ribuan karena masyarakat sudah rindu bepergian,”kilahnya.*man

BAGIKAN