168 Kader PKK Terima Bantuan Tahap II

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyerahkan bantuan sembako tahap II pada 168 kader PKK desa se-Kabupaten Gianyar, di Pendopo Sekretariat Kantor TP PKK Kabupaten Gianyar, Senin (3/8).

BANTUAN - Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar menyerahkan bantuan tahap II pada 168 kader PKK desa se-Kabupaten Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) –Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyerahkan bantuan sembako tahap II pada 168 kader PKK desa se-Kabupaten Gianyar, di Pendopo Sekretariat Kantor TP PKK Kabupaten Gianyar, Senin (3/8). Bantuan diterima oleh Ketua TP PKK kecamatan untuk kemudian diserahkan pada kader PKK desa yang ada di wilayahnya masing-masing.

Penyerahan bantuan 168 paket sembako tahap II pada seluruh kader PKK desa, di mana sebelumnya telah diserahkan sebanyak 350 paket. Namun setelah diverifikasi ternyata masih ada beberapa yang benar-benar belum mendapat bantuan dari pihak mana pun.

Ny. Surya Adnyani Mahayastra juga menambahkan, dari data yang diterima untuk tahap kedua ini, dan  berdasarkan data desa yang disampaikan melalui dinas sosial, ia sudah mengecek kembali apakah data yang diberikan melalui desa sudah masuk dalam data yang ada di PKK. Ternyata setelah dikroscek dan memang belum mendapat bantuan.

“Kami bisa tegaskan bahwa kader PKK juga akan mendapat bantuan yang sama. Sehingga setelah kami mendata kembali dari jumlah 350 kader yang sebelumnya mendapat bantuan, akhirnya terdapat data 168 kader yang belum mendapat bantuan,” tegas Ny. Surya Adnyani Mahayastra.

Dari data yang mendapat bantuan, apabila dari jumlah tersebut sudah menerima bantuan seperti stimulus provinsi, BLT Desa, PKH dan lain-lainnya maka untuk tahap II ini mereka tidak mendapatkan lagi.

Adnyani Mahayastra juga menyinggung tentang kegiatan dalam program-program PKK. Di awal Maret kegiatan di tahun 2020 yang merupakan kegiatan rutin sudah ditunda untuk sementara. Begitu juga dengan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang juga harus tunda dulu. Namun hal-hal lain yang tidak melibatkan banyak orang  masih bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Namun Ketua TP PKK di masing-masing kecamatan tidak boleh berdiam diri. Tetap harus menggali program di desa masing-masing. Kita harus tetap bekerja namun harus tetap memperhatikan tatanan kehidupan era baru,” tambah Adnyani Mahayastra. *kup

BAGIKAN