BATUR - Rombongan Ketua DPRD Karangasem saat meninjau keindahan Danau Batur, dari atas Bukit Terunyan.

Amlapura (Bisnis Bali) – Perbekel Desa Ban, Kubu, Karangasem I Wayan Potag menyampaikan  aspirasi Senin (15/4) lalu di Kubu,  agar ada proyek penyedotan air Danau Batur. Air danau yang diangkat ke atas bukit Terunyan, dari bak reservoir dialirkan secara gravitasi ke Banjar Bunut dan Madya wilayah Bangli, serta dapat dimanfaatkan untuk warga di Desa Ban, Tianyar dan sekitarnya di bagian bawah.

Aspirasi Perbekel  Potag yang mewakili warga itu disampaikan di depan rombongan Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi, yang melakukan peninjauan lapangan ke Paleg Kelod dan dilanjutkan meninjau situasi Danau Batur dari Bukit Terunyan. Potag mengatakan, warga petani di dua banjar yakni Bunut dan Madya, paling banyak menanam bawang merah. Hasil utama mereka bawang merah, selain tanaman lainnya seperti talas, ubi kayu, ubi jalar dan jagung. ‘’Pada musim bertanam bawang merah semuanya bertanam bawang merah. Sekitar sebulan lagi, petani bakal panen  bawang merah ratusan hektar. Bawang merah itu dibeli para saudagar atau pengepul, dan banyak juga dijual  ke pasar Tukad Deling, Tianyar,’’ ujar Potag.

Sementara petani di bagian bawah yakni wilayah Kecamatan Kubu, umumnya menghasilkan mete. Nyaris semua hamparan lahan kering itu, rapat dengan pohon mete, selain juga ada mengembangkan kapas, serta ternak sapi dan babi. Hanya, kata Potag dan Kelian Desa Pakraman Paleg Kelod Wayan Sudana, sejak dulu warga setempat krisis air bersih pada musim kemarau. Perbaikan jalan aspal yang sudah hancur, serta air bersih sangat didambakan warga. ‘’Mohon diperjuangkan agar ada proyek pengangkatan  atau penyedotan air Danau Batur ke atas. Reservoir di atas bukit, air bisa dialirkan secara gravitasi ke warga di bagian bawah,’’ ujar Potag berulangkali.

Menurutnya, selama ini memang warga menampung air hujan untuk kebutuhan konsumsi dan minum ternak sapi. Namun, air hujan yang ditambang di dalam bak itu, tidak mencukupi kebutuhan warga sampai musim hujan berikutnya tiba. ‘’Agar kebutuhan air bersih terpenuhi berkelanjutan sepanjang tahun, kami mohon ada proyek penyedotan air Danau Batur itu, apalagi saat musim hujan seperti saat ini permukaan air Danau Batur naik, sehingga merendam lahan warga di tepi danau terluas di Bali itu,’’ paparnya.

Menurut Potag yang juga seorang pemangku itu, air danau yang disedot dan dialirkan ke bagian bawah itu, bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman pertanian, seperti bawang merah pada musim kemarau. Selama ini, petani setempat hanya bisa bertanam bawang merah sekali setahun, seperti pada musim penghujan ini. ‘’Kalau ada air berkesinambungan, dengan memanfaatan air Danau Batur, kami kira bercocok tanam bisa dilakukan dua atau tiga kali setahun,’’ katanya.

Sementara dari pemantauan di tepi jalan wilayah Banjar Bunut dan Madya yang merupakan wilayah Kabupaten Bangli, tepatnya di perbukitan selatan Desa Terunyan, tampak pipa –pipa plastik di tepi jalan. Warga berupaya menaikkan air danau batur.

Sementara itu, Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi mengatakan, soal ide penyedotan air Danau Batur itu, bagus. Namun hal itu memerlukan biaya yang besar. Pihaknya  minta agar perbaikan atau pengaspalan jalan sepanjang 2,05 km jurusan Pejukung Paleg yang sudah rusak sejak sekitar delapan tahun lalu itu, yang diprioritaskan.  Sebab, kalau jalan atau infrastruktur sudah bagus, tentunya lebih lancar kalau membeli air bersih. Demikian juga lebih lancar warga untuk akses peningkatan atau mempercepat pengangkutan sarana pertanian atau pun pengangkutan hasil pertanian ke pasar. ‘’Kalau ide untuk menydot air Danau Batur itu, berikutnya,’’ kata Sumardi. *bud/editor rahadi