PENYAKIT yang paling sering menyerang kelinci adalah perut kembung yang berakhir pada diare dan kematian. Perut kembung ini menjadi penyakit nomor satu yang membuat kematian pada kelinci.

Gusti Ngurah Wirakarna, pembudi daya kelinci di kawasan Candi Kuning, Kabupaten Tabanan  memaparkan, penyakit ini paling sering menyerang. “Perut kembung ini sebenarnya disebabkan oleh virus pathogen semisal clostridium dan E.coli yang masuk melalui makanan yang sudah terkontaminasi. Penyebabnya terlalu banyak makanan hijau, kondisi kandang kotor dan kelebihan dosis obat,” terangnya.

Ciri-ciri penyakit ini kotorannya berwarna hijau dan berlendir pada bagian dubur, kemudian kelinci menjadi lemas, badannya kurus dan sering kehausan. Bila dibiarkan bisa terjadi kematian. “Untuk mengatasinya biasanya lakukan perubahan pola makan, yang biasanya diberikan hijau-hijauan ganti dengan jenis makanan lainnya, dan lakukan pembersihan kandang secara rutin,” tandasnya.

Dikatakan, saat ia memberikan pakan berupa hijau-hijauan, kelinci kerap terserah penyakit perut kembung terutama saat musim dingin. Namun setelah ia mengganti makanan menjadi batang pisang yang difermentasi, penyakit tersebut jauh berkurang.

“Pakan berupa batang pisang ini sangat mudah dibuat, yaitu batang pisang dicacah lalu difermentasi. Kalau cuaca panas setelah 2 hari sudah jadi, kalau mendung sekitar 3-4 hari baru jadi,” terangnya.

Selain mengurangi serangan penyakit, pakan batang pisang juga sangat meringankan petani ternak. “Kalau pakai rumput/hijauan saja dalam 1 hari menghabiskan 3 sampai 4 karung besar pakan.  Setelah pake fermentasi dari batang pisang campur dedak, cukup setengah karung. Di sini ada penghematan waktu, biasanya cari hijauan sampai setengah hari, sekarang cukup 15 menit saja,” ungkapnya.

Untuk memelihara100 ekor kelinci tersebut per bulan ia mengaku hanya menghabiskan Rp1 juta untuk biaya pakan. Pakan ini sangat menguntungkan petani ternak, karena lebih mudah dan kelinci yang mati lebih sedikit. *pur/editor rahadi