Citibank dan PJI Tawarkan Cerdas Finansial di Era Digital

Denpasar (Bisnis Bali) – Literasi keuangan masyarakat berdasarkan survai sampai saat ini bisa dikatakan masih tergolong rendah di kisaran 21-30 persen. Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan inilah Citi Indonesia atau Citibank dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) menyasar anak sekolah dasar (SD) agar sejak dini cerdas finansial terutama di era digital saat ini. 

Direktur Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Alvera N. Makki di sela-sela Citi Parenting Talkshow di SDN 18 Pemecutan, Senin (15/4) mengatakan, memiliki perhatian besar membangun komunitas yang berkembang dengan memiliki kapasitas keuangan yang baik dan berkelanjutan.

“Untuk mencapai kesejahteraan finansial setiap individu perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai uang, membuat keputusan finansial yang cermat dan mengelola uang dengan bijak sedari dini,” katanya. 

Menurutnya melalui program literasi keuangan berbasis digital ini anak-anak belajar tentang konsep dasar keuangan dengan pendekatan interaktif yang aman dan menyenangkan. Pihaknya pun mengajak orangtua dan guru untuk bersinergi membangun karakter dan budaya kelola uang pada anak di rumah dan di sekolah. Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menggalakkan strategi nasional keuangan inklusif (SNKI)

“Kami menawarkan lewat modul literasi keuangan dalam bentuk digital. Kita pinjamkan kepada anak SD kelas 3,4,5 dalam bentuk gawai tablet sehingga mereka bisa bersimulasi terkait pendidikan keuangan,” ujarnya.

Contoh simulasi termasuk bagaimana menghitung pajak, apapun yang mereka beli ada pajak 10 persen. Tujuanya mereka mengetahui ketika belanja akan ada pajak yang harus dibayarkan dan mengetahui berapa dana yang dimiliki. Melalui simulasi tersebut, kata dia, selaras dalam upaya mengimplementasikan program digital financial literacy for children bagi siswa sekolah dasar kelas di 5 kota Indonesia, khususnya di Denpasar.

“Harapannya bisa memberikan edukasi seputar pentingn mengelola uang kepada anak di tengah tingginya paparan budaya konsumtif melalui teknologi,” jelasnya. 

Di kelas pada siswa juga diberikan pengetahuan mengenai pentingnya menabung, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengenali metode pembayaran tersedia di pasar serta mempelajari pengetahuan kewirausahaan tingkat dasar dengan cara menyenangkan dan interaktif melalui gawai.

Ia pun menilai orangtua harus menyadari untuk memperbaiki pengelolaan keuangan keluarga dan mulai melatih keterampilan anak kelola uang sejak dini. 

Sementara itu Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner menyampaikan, usia anak-anak merupakan momen tumbuh kembang yang di dalamnya penting untuk ditanamkan nilai-nilai dasar finansial. Dalam program ini anak-anak belajar bahwa orangtua perlu bekerja atau berwirausaha untuk memperoleh uang.

“Oleh karenanya mereka perlu cermat dalam mengelola uang saku yang diberikan dengan menabungkan sebagiannya dan membelanjakan sisanya untuk hal-hal yang dibutuhkan,” katanya. 

Psikolog Anak dan Keluarga Roslina Verauli pada saat itu berbagi kiat mendidik anak menjadi cerdas finansial di era digital. Anaka-anak masa kini lebih mudah terpicu untuk menginginkan serta membeli barang karena kurang pahaman pada makna uang sesungguhnya dan diperburuk dengan gencarnya paparan iklan melalui perangkat teknologi.

“Orangtua dapat mengajarkan kepada anak-anak dengan cara-cara yang sederhana,” jelasnya.

Ia menjabarkan mulailah dengan menggunakan uang secara fisik. Mengajarkan bahwa uang memiliki nilai yang dapat ditukarkan dengan suatu hal. Pada usia anak yang lebih tinggi ajak anak ke pasar untuk melihat adanya transaksi uang, ajarkan anak untuk mencatat pengeluaran dan kenalkan rekening tabungan di bank.

“Orangtua juga harus menjadi teladan bagi anak dalam mengelola uang. Hal ini penting karena pola pikir dan perilaku anak terbentuk dari apa yang mereka lihat dan alami di rumah,” jelasnya.

Program digital financial literacy for children merupakan edukasi finansial bagi siswa sekolah dasar yang ditegaskan oleh PJI bersama Citibank serta didukung pendanaan dari Citi Foundation.*dik