SIPADU (sistem pertanian terpadu) 365, Gapoktan Sari Buana, Desa Antapan Baturiti, Tabanan tengah mengembangkan ulat sutra selain pemeliharaan sapi dan pertanian terpadu lainnya. Ulat sutra yang dikembangkan oleh kelompok adalah jenis ulat samia cynthia ricini” karena harga jualnya cukup tinggi yaitu Rp100 ribu/kilogramnya.

Kepala UPT Pertanian Terpadu Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada, S.P., M.Agb. memaparkan, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan kelompok tani, sistem pertanian terpadu memang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Bali. Dengan terintegrasinya pertanian yang dilakukan petani, penghasilan yang diperoleh petani menjadi berlipat ganda.

Diterangkan, pada budi daya ulat sutra, area pemeliharaan ulat dikerjakan di tempat yang khusus. “Ruang pemeliharaan pada budi daya ulat sutra perlu dilengkapi dengan jendela atau ventilasi untuk sarana sirkulasi udara, supaya suhu yang ada di dalam ruangan tetap terjaga. Sipadu 356 Gapoktan Sari Buana ruang pemeliharaan untuk budi daya ulat sutera dilengkapi dengan kotak atau rak untuk tempat pemeliharaan ulat sutera,” paparnya Kamis (3/4) di Tabanan.

Pengembangan ulat sutera jenis samia cynthia ricini, mempunyai nilai yang sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi  dan kesejahteraan Kelompok Simantri 365 Antapan. “Keunggulan ulat jenis ini tidak makan daun murbei seperti jenis ulat sutra biasa. Ulat samia cynthia ricini bisa memakan daun singkong yang banyak terdapat di Desa Antapan byaturiti Tabanan,” tandasnya.

Budi daya ulat sutra pemakan daun singkong tersebut, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas petani, kualitas dan kapasitas produksi pertanian yang belum sepenuhnya di adopsi oleh para petani sebagai masyarakat petani agro industri atau bioindustri.

Budi daya ulat sutra ini memang baru dilakukan oleh  Sipadu  365, Gapoktan Sari Buana, sebagai upaya pengembangan usaha tani sehingga benar-benar terpadu. Jadi semua budi daya yang dilakukan saling menunjang, seperti contoh budidaya sapi selain menghasilkan anak sapi, kotoran sapi bisa diolah menjadi pupuk. Kemudian pupuk yang dihasilkan akan menyuburkan lahan sehingga tanaman pangan tumbuh subur termasuk tanaman singkong yang daunnya menjadi makanan ulat sutra. Dengan makanan yang berkualitas, ulat akan tumbuh dan menghasilkan sutra yang memiliki nilai jual tinggi.

“Dengan demikian maka, akan terjadi mata rantai yang benar-benar memberikan keuntungan besar bagi petani,” pungkasnya. *pur/editor rahadi