Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram saat mengukuhkan Sabha Yowana Udiyana Graha Santhi Desa Pakraman Renon pada Kamis (4/4).

Denpasar (Bisnis Bali) – Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengukuhkan  Sabha Yowana Udiyana Graha Santhi Desa Pakraman Renon pada Kamis (4/4). Pengukuhan perkumpulan perwakilan generasi muda dari seluruh banjar di Desa Renon ini ditandai dengan penyematan pin kepada perwakilan Sabha Yowana yang bertempat di Pura Desa lan Puseh Desa Pakraman Renon.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan karya pemelaspasan Gedong Ratu Ayu serta peresmian genah mewajik sebagai implementasi dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kawasan tenpat suci. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram, Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Sri Armini, Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha, Tokoh Masyarakat, Panglingsir, pemangku serta perwakilan masyarakat Desa Pakraman Renon.

Bendesa Pakraman Renon I Made Sutama mengatakan bahwa peran serta generasi muda saat ini sangat signifikan dalam pelestarian dan pengembangan seni, budaya dan tradisi Bali. Sehingga ke depanya melalui wadah Sabha Yowana ini generasi muda memiliki ruang untuk berekspresi, khususnya di tingkat desa pakraman.

“Kami berkomitmen untuk menjaga tradisi dan kearifan lokal Bali bersama generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hal-hal yang negatif,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, keberadaan Desa Pakraman Renon yang mewilayahi lima banjar dapat digolongkan sebagai wilayah yang luas. Sehingga diperlukan sinergitas antarsemua lini termasuk generasi muda untuk menjaga tradisi dan kearifan lokal Bali. Selain itu pihaknya menambahkan, saat ini telah terjadi penurunan pemahaman tentang tata krama dalam bersembahyang ke Pura. “Dengan adanya PHBS ini masyarakat dan umat Hindu dapat memahami etika dalam bersembahyang ke Pura, termasuk pantangan dan cara bersembahyang,” ujarnya.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik adanya Sabha Yowana dan PHBS di Desa Renon ini. Di mana, keberadaan generasi muda sangat erat kaitanya dengan kemajuan desa pakraman. Namun demikian kemajuan ini hendaknya memberikan dampak positif terhadap perkembangan tradisi dan kearifan lokal di Bali. “Generasi muda ini adalah generasi milenial yang sangat mudah dan cepat menerima informasi, dan disinilah peran desa pakraman, Kelian adat serta masyarakat untuk mengarahkan agar generasi muda tidak terjebak dalam hal-hal yang negatif,” jelas Rai Mantra.

Ke depan Rai Mantra berharap adanya Sabha Yowana ini mampu menjembatani seluruh STT se-Desa Renon serta mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh desa pakraman. Dengan demikian ke depanya desa pakraman dapat terus maju dan menjadi sektor penting kemajuan kebudayaan di Bali.

Terkait dengan PHBS, Rai Mantra juga turut memberikan apresiasi. Hal ini lantaran masih banyaknya umat Hindu yang belum paham etika ke Pura. Dengan adanya PHBS ini walaupun diimplementasikan dengan tempat suci tangan dapat memberikan edukasi dan pemahaman bagi masyarakat untuk membersihkan diri mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan serta menghindari pura dari cemer atau cuntaka.

“Dengan demikian maka setiap umat Hindu yang hendak ngaturang bhakti dapat selalu fokus serta memiliki manah suci ning nirmala,” jelas Rai Mantra sembari mengajak semua pihak untuk mengurangi penggunaan plastik di area suci.

Sementara, Ketua Sabha Yowana Desa Pakraman Renon, Kadek Indrawan mengaku senang menjadi angkatan pertama pada Sabha Yowana di Desa Pakraman Renon. “Kedepanya kami mohon bimbingan kepada semua pihak untuk dapat mengabdi kepada Desa Renon, Kota Denpasar hingga Provinsi Bali. “Kami mengajak seluruh generasi muda di Desa Renon untuk bersatu padu mendukung kemajuan esa serta menjaga kelestarian tradisi dan kearifan lokal kita bersama,” terangnya. *wid/editor rahadi