Semarapura (Bisnis Bali) – Masih banyak aset-aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung yang tercecer dan belum disertifikatkan. Oleh karena itu, Pemkab Klungkung membuat Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung terkait kerja sama percepatan pensertifikatan tanah aset Pemkab Klungkung.

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung Cok. Gede Agung Astawa bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (4/4).

Bupati Suwirta berharap melalui kerja sama ini semua aset yang ada di pemkab segera diserifikatkan untuk mempermudah pendataan dan berkas daerah. Dalam kesepakatan ini tertuang hak dan kewajiban masing-masing berdasarkan niat baik dalam mengadapi permasalahan. “Saya minta semua dipercepat, semua aset pemkab yang belum tercatat harus segera didata. Apalagi sekarang semua jalan harus disertifikatkan, ini merupakan tugas yang sangat berat, hitam di atas putih harus segera ada dan hal yang paling penting datanya harus pasti,” ujar Bupati Suwirta.

Pihaknya juga menginstruksikan kepada OPD terkait yang membidangi aset, bergerak cepat untuk membantu mempermudah melakukan proses pengecekan dan pengukuran.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung Cok. Gede Agung Astawa Putra mengatakan ini baru proses pendaftaran dan proses pengukuran. Berkas yang masuk sebanyak 517, sementara yang lolos memenuhi syarat seleksi berkas sebanyak 222 dan sisanya masih dalam kelengkapan data yuridis dan fisik yang diperlukan. ”Kondisi fisik di lapangan juga sangat rimbun mengganggu proses pengukuran. Kami mohon bantuannya kepada dinas terkait untuk mempermudah melakukan pendataan dan pengukuran,” ucap Astawa. *dar/editor rahadi