LPD – Aktivitas layanan di salah satu LPD di Denpasar.

Denpasar (Bisnis Bali) – Lesunya perekonomian tahun ini, memberi pengaruh terhadap Lembaga Perkreditan Desa (LPD), khususnya dalam penyaluran kredit. Selain permintaan kredit masyarakat  yang menurun, prinsip kehati-hatian juga dilakukan dalam penyaluran kredit, sehingga pengeluaran kredit tidak asal-asalan.

Kepala Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Provinsi Bali, I Nyoman Arnaya, S.E., Kamis (4/4) mengatakan, penyaluran kredit LPD secara keseluruhan memang masih terpengaruh ekonomi lesu. Beberapa LPD ada yang belum mencapai target. Namun, dalam perhitungan 90 persen LPD di Bali telah mampu menyalurkan kredit sesuai dengan yang ditargetkan. “Permohonan kredit juga lesu, di samping LPD menekankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kreditnya,” katanya.

Ia mengatakan, LPD hingga saat ini masih mampu bersaing dengan lembaga keuangan lain, termasuk perbankan. Meski secara umum rata-rata suku bunga kredit LPD mencapai 12-18 persen per tahun, namun atas kepercayaan dan melekatnya LPD di tengah-tengah masyarakat membuat persaingan masih bisa dihadapi LPD hingga saat ini. Di samping itu, LPD juga menawarkan suku bunga tabungan dan deposito yang menggiurkan yaitu berkisar 5-10 persen per tahun.

Sulitnya penyaluran kredit juga dirasakan oleh LPD terbesar dari segi aset di Kota Denpasar yakni LPD Desa Pakraman Kesiman. Kepala LPD Desa Pakraman Kesiman, Drs. I Wayan Rayun, MBA., mengatakan, meski mencapai target, namun dirasakan pernyaluran kredit masih terasa sulit, di samping prinsip kehati-hatian yang ditekankannya. ”Permintaan ada, namun kita juga harus menganalisis secara mendalam atas permintaan kredit yang diajukan, mengingat masih lesunya perekonomian saat ini,” katanya.

Namun demikian, untuk menarik minat masyarakat menggunakan kredit di LPD, selain memberikan layanan yang cepat dan mudah, suku bunga kredit juga bervariasi. LPD Desa Pakraman Kesiman memberikan variasi bunga berdasarkan plafon kredit yang diinginkan. Seperti plafon kredit di atas Rp5 juta suku bunga yang diberikan sekitar 1,8  persen, plafon hingga Rp200 juta suku bunga mencapai 1,6 dan seterusnya. Demikian juga dalam memberikan daya tarik kepada masyarakat, bunga deposito dari LPD Desa Pakraman Kesiman mencapai 8,5 persen per tahun. “Kami memberikan daya tarik tersendiri kepada masyarakat, di samping juga masyarakat sebagai pemilik LPD juga harus disesuaikan dengan kebutuhannya,” ungkap Rayun. *wid/editor rahadi