BERLIBUR – Wisatawan asing yang sedang berlibur di Bali.

Mangupura (Bisnis Bali) – Memasuki April 2019 ini merupakan bagian masa low season kunjungan wisatawan ke Bali. Oleh karena itu, pelaku pariwisata harus betul-betul memahami pasar sehingga mampu menerapkan strategi yang tepat guna menggaet wisatawan saat masa low season.

Ketua Bali Villa Association (BVA), Gede Sukarta, Kamis (4/4) mengatakan, untuk April sektor pariwisata Bali menghadapi low season untuk semua market.  Saat memasuki April, pelaku pariwisata memang wajib menggencarkan kegiatan promosi.

Ia menjelaskan, saat low season sektor pariwisata Bali masih bisa menggarap domestik, pasar Cina dan India. Penggarapan ketiga pasar ini tentu menggunakan strategi yang tepat. Dipaparkannya, saat masa low season memang perlu menganalisa harga kamar. Hal ini menyesuaikan harga kamar dengan lokasi atau area vila atau hotel.

“Harga kamar tentu harus disesuaikan permintaan pasar,” katanya.

Ia mengatakan, pelaku pariwisata juga harus memahami peta persaingan pariwisata. Ini bisa dipahami melalui media online. Pelaku pariwisata harus memahami kondisi untuk zona masing-masing. Ini dikarenakan, di zona masing-masing pengelola vila maupun hotel juga saling berkompetisi.

Ia mencontohkan daerah Seminyak dengan Kuta, Petitenget dan Ubud harus selalu melihat perkembangan pasar di media online. Setiap pelaku pariwisata tentu selalu memanjakan partner. Tidak tertutup kemungkinan kepada parnert atau wisatawan spesial diberikan diskon harga kamar khusus.

Gede Sukarta menambahkan, pelaku pariwisata juga harus rajin memberikan info kepada calon traveler untuk menginap di Bali, termasuk info paket wisata khusus atau paket wisata spesial kepada partner di luar negeri sehingga bisa menggaet wisatawan kembali berlibur ke Bali terutama di masa low season. *kup/editor rahadi