Pelayanan di LPD Desa Adat Sibang Kaja

Mangupura (Bisnis Bali) – LPD Desa Adat Sibang Kaja, Abiansemal, Badung mencatat pencapaian laba pada akhir tahun 2018 sebesar Rp2,1 miliar. Sementara itu, aset yang dimiliki mencapai Rp118 miliar.

Kepala LPD Desa Adat Sibang Kaja I Made Sudana, S.H. saat ditemui belum lama ini mengatakan, aset yang dimiliki mengalami peningkatan sebanyak 16,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2017 tercatat aset tyang dimiliki hanya Rp101,7 miliar. Demikian pula dana pihak ketiga (DPK) yang mampu dihimpun mengalami kenaikan dari tahun sebelumnhya. Tabungan naik 11,44 persen, dari Rp41,6 miliar tahun 2017 menjadi Rp46,4 miliar tahun 2018. Deposito naik 21,56 persen dari Rp48,3 miliar pada tahun 2017 menjadi RpRp58,8 pada tahun 2018.

Sementara itu, diakuinya penyaluran kredit mengalami penurunan 1,82 persen. Tahun 2017 tercatat kredit yang mampu disalurkan mencapai Rp68 miliar, sementara pada tahun 2018 Rp66,9 miliar. Hal ini juga memberi pengaruh terhadap pencapaian laba yang menurun sebesar 13,86 persen. Meski demikian, LDP Desa Adat Sibang Kaja Optimis tetap memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Selain memberi kontribusi rutin 20 persen dari laba setiap tahunnya, berbagai kontribusi juga dilakukan LPD Desa Adat Sibang Kaja guna memberi manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat. Mulai dari memberi punia  tiap piodalan di Pura Kahyangan Tiga sebesar Rp5 juta. Di Desa Pakraman Sibang Kaja terdapat 4 Pura Kahyangan Tiga. Termasuk juga biaya untuk upacara melasti serangkaian Hari Raya Nyepi menjadi tanggung jawab LPD tiap tahunnya. Tahun ini biaya upacara melasti yang digelontorkan mencapai Rp85 juta.

Di samping itu, LPD Desa Adat Sibang Kaja juga aktif mendukung dunia pendidikan dengan memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi. Tahun ini senilai Rp23 juta dianggarkan untuk program beasiswa SD ditambah Rp7,5 juta untuk SMP. “Beasiswa untuk siswa SMP baru kami berikan tahun ini,” terangnya.

LPD Desa Adat Sibang Kaja juga memberikan santunan kepada masyarakat yang meninggal dunia sebesar Rp500.000. “Ini juga dibarengin dengan barang bawaan seperti kopi, gula, kasa dan karangan bunga yang kami langsung antarkan ke rumah duka,” imbuhnya. *wid/editor rahadi