Denpasar (Bisnis Bali) – Inkubator Bisnis (Inbis) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar yang baru dua tahun berjalan, mampu mengantarkan para tenant meraih ratusan juta rupiah dana hibah. Dari 3 tenant yang diikutsertakan meraih total dana hibah Rp1,2 miliar dari Program PPBT (Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi) 2019 Kemenristekdikti.

Ketua Inbis Unhi Denpasar, Ida I Dewa Ayu Yayati Wilyadewi, S.E., Ak., M.M., mengatakan, Inbis merupakan keharusan untuk dimiliki oleh perguruan tinggi (PT). Pasalnya, Inbis sangat erat hubungannya dengan dunia entrepreneur (wirausaha). Apalagi, pendidikan tinggi saat ini dituntut tidak hanya berhenti pada riset semata, tetapi bagaimana riset tersebut bisa menghasilkan produk yang mampu menembus pasar industri.

“Inbis Unhi Denpasar sangat siap untuk memfasilitasi startup-startup yang muncul, baik itu dari mahasiswa, alumni, dan dosen Unhi, maupun dari masyarakat umum. Sebab Inbis Unhi telah membuktikan diri menjadi bagian dari 60 Inbis yang bisa inkubasi tenant dari seluruh Indonesia dari 250 inbis yang ada,” katanya.

Ia mengatakan, Inbis Unhi Denpasar mengangkat tagline “Produk Kearifan Lokal dan Digital”, sehingga tenant yang diinkubasi Inbis Unhi Denpasar berbeda dari tenant-tenant Inbis dari perguruan tinggi maupuan lembaga lainnya. Hal ini dikarenakan, Unhi Denpasar mempunyai kekhasan dan keunikan, yakni berbasis kearifan lokal. Produk-produk yang dihasilkan, antara lain berupa produk herbal Ayurweda, tabuh berbasis seni dan adat budaya Bali, tata rias pengantin yang spesifik berpegang pada sastra, serta bebantenan (sesajen) yang mengacu pada sastra dan tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat. “Start-up yang lahir dari perguruan tinggi merupakan produk dari hasil riset, sehingga produknya jelas manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., didampingi Wakil Rektor III Unhi Denpasar, Dr. Ir. I Wayan Muka, ST., MT., mengatakan, meski Unhi tidak mempunyai Fakultas Teknologi, namun Unhi Denpasar saat ini telah mampu mem-branding diri menjadi perguruan tinggi wirausaha (entrepeneur university) berbasis kearifan lokal berteknologi. Hal ini dikarenakan, Unhi Denpasar telah menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri yang basic-nya teknologi, sehingga Unhi Denpasar tidak ketinggalan dari kecanggihan-kecanggihan teknologi.

Bahkan, dengan basic kearifan lokal, lulusan dan wirausaha yang diciptakan Unhi Denpasar sangat berbeda dari lulusan maupun wirausaha-wirausaha dari perguruan tinggi lainnya. “Inkubator Bisnis yang kita miliki tidak hanya untuk mengasilkan lulusan terbaik, tetapi mampu menghasilkan pengusaha-pengusaha yang basic-nya adalah kearifan lokal, dan ini menjadi keunggulan dari Inbis lainnya. Kita yang mempunyai prospek untuk bersaing secara internasional, karena mempunyai kearifal lokal berbasis budaya Bali dan agama Hindu,” kata Prof. Damriyasa.

Untuk menghasilkan wirausaha muda Bali, lanjut Damriyasa, bahwa dirinya tidak hanya mengembangkan Inbis, tetapi akan lebih menciptakan dan mengembangkan model inovasi baru. Seperti mengembangkan rumah pengusaha pemula untuk menampung calon-calon pengusaha muda Bali. Apalagi, Unhi Denpasar memiliki Prodi Akuntansi dan Manajemen. Di samping juga menggiring UKM Kewirausahaan yang ada di Unhi untuk ditingkatkan di Inbis Unhi Denpasar. “Selain pemerintah, asosiasi-asosiasi pengusaha di Bali kita harapkan juga bisa men-support kami, sehingga kami bisa menghasilkan lulusan yang kreatif dan memiliki inovasi,” katanya. *pur/editor rahadi