PELATIHAN – Kegiatan pelatihan peningkatan KAP dan PPAP yang dilaksanakan DPK Perbarindo Badung di Hotel Neo, Kamis (4/4).

Denpasar (Bisnis Bali) – DPK Perbarindo Badung melaksanakan pelatihan atau workshop peningkatan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP), Kamis (4/4). Ketua DPK Perbarindo Badung, Agus Prima Wardana di sela-sela membuka kegiatan pelatihan, mengatakan diklat anggota Perbarindo Badung ini untuk mengimplementasikan POJK 33/2018 tentang KAP & PPAP serta penyesuian kebijakan BPR.

Pelatihan terkait KAP dan PPAP merupakan bagian program diklat yang telah dirancang DPK Perbarindo Badung Tahun 2019. Ketika POJK 33/2018 ini tidak dipahami sudah tentu BPR di Kabupaten Badung tidak mampu menjalankan aturan tersebut. “Jika aturan ini tidak diterapkan tentu akan merugikan operasional BPR sendiri,” katanya.

Dalam penerapan POJK 33 BPR diarahkan beroperasi secara sehat. Pertumbuhan usaha BPR bisa dilihat kemampuan BPR menyalurkan kredit secara sehat. Dengan penerapan POJK 33, BPR diarahkan menyalurkan kredit secara sehat. BPR memiliki standar yang kuat dan benar mulai dari proses investigasi, pendataan, proposal, proses kredit, pembinaan dan sampai pembayaran angsuran oleh debitur harus berstandar dengan baik.

Agus Prima mengakui selama ini penyaluran kredit di Kabupaten Badung memang tidak sebaik aturan yang diamanahkan POJK 33. Seperti analisis kredit kurang tajam, sehingga berdampak pada kualitas kredit menjadi kurang baik.

Melalui pelatihan ini, DPK Perbarindo Badung ingin menyamakan persepsi BPR di Kabupaten Badung dalam penerapan POJK 33. POJK ini harus dipahami dan dilaksanakan secara baik dan benar,sehingga BPR menjadi lembaga perbankan yang sehat.

DPK Perbarindo Badung memiliki anggota 50 BPR. Peserta yang mengikuti pelatihan KAP dan PPAP sebanyak 98 orang yang merupakan direksi dan pejabat eksekutif BPR di Kabupaten Badung.

NPL BPR di Kabupaten Badung masih 2 digit di kisaran rata-rata 10 persen wajib makin memahami POJK 33. “Melalui pemahaman POJK 33, SDM BPR di Badung bisa mengedukasi nasabah debitur sehingga tepat membayar angsuran kredit,” kata Agus Prima Wardana.

Tutor Lucas S. Muliawan, dalam penyampaian materi pelatihan lebih banyak mengajak para peserta memahami dan mampu mengimplementasikan POJK No. 33/2018 tentang KAP dan PPAP BPR. Pada akhirnya, BPR mampu mengelola aset produktif secara prodent dengan asas perkreditan yang sehat. *adv/editor rahadi