WTC Hadirkan Aneka Olahan Kakul Bali yang Menggugah Selera

MEMBAHAS tentang kuliner khas Bali tentu tak ada habisnya. Salah satu yang kini mulai banyak digemari adalah olahan kakul. Saking langkanya, kakul ini hanya bisa dijumpai di saat-saat tertentu.

Seperti di Buleleng di Warung Tengah Carik (WTC) di kawasan Desa Tukadmungga Kecamatan Buleleng. Rumah makan yang mengunggulkan menu kakul ini hadir dengan aneka olahan kakul diantaranya Kakuk Goreng, Sate Kakul, Serapah Kakul dan Sup Kakul.

Tentu bagi sebagian orang, belum terbiasa akan menu olahan kakul Bali ini. Namun apabila sudah mencobanya tentu akan ada sensasi berbeda dan ingin menikmatinya kembali. Cara pengolahannya pun sangat sederhana, cukup dipadukan dengan bumbu khas Bali cita rasa olahan kakul Bali ini tentu tidak dapat dibandingkan dengan menu sejenisnya.

“Sejauh ini peminatnya justru semakin banyak karena kita bikin banyak varian dan bumbunya juga kita racik sendiri,” jelas I Kadek Astina pemilik usaha WTC belum lama ini.

Proses pengolahan kakul sangat mudah pertama kakul harus direbus terlebih dahulu sampai setengah matang agar daging kakul mudal dikeluarkan dari cangkangnya untuk selanjutnya dibersihkan. Setelah bersih kakul direbus kembali agar daging benar – benar matang. Pada saat merebus ia menambahkan bumbu rempah – rempah  khusus. “Untuk kakul goreng jadi kakul kita goreng, trus ditambah wortel untuk penambah masakan kemudian kita tambahkan bumbu atau sambal yang sudah disiapkan,begitu juga olahan lainnya tinggal isi bumbu atau sambal ,”jelasnya.

Untuk jenis kakul yang ia gunakan adalah kakul Bali bukan bekicot dan ia beli langsung dari pembudidaya kakul di Singaraja. Untuk dapat membeli kakul ia harus menunggu antara 5 hari sampai satu minggu karena kakul Bali ini bermusim.

Untuk mendapatkan seporsi menu kakul ini, pengunjung cukup membayar Rp25.000 saja. Atau jika berkunjung bersama keluarga, ia juga menyediakan paket khusus Rp70.000 per dua orang.

Salah seorang pengunjung Ni Luh Evi Budiartini yang merupakan pecinta olahan kakul menjelaskan, menurutnua kakul merupakan masakan yang sudsh jarang sekali bisa ditemukan di tempat – tempat kuliner sekarang ini. Bahkan jika pada umumnya kakul hanya diolah menjadi sate dengan bumbu rambanan, disini ia menemukan berbagai macam olahan kakul yang tentunya memiliki citarasanya masing – masing. “Aku paling suka sate kakulnya, enak dipakai camilan saja tanpa nasi tapi bisa juga dipadukan dengan nasi ini olahan yang cukup menarik menurut saya,” jelasnya. *ira/editor rahadi