Denpasar (Bisnis Bali) – Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat luas panen padi di Kota Denpasar pada 2018 mencapai 4.469 hektar. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (2017) yang tercatat mencapai 4.544 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra, saat ditemui Senin (1/4) kemarin mengatakan, penyempitan luas lahan di Kota Denpasar memang cukup sulit dikendalikan, mengingat laju pertumbuhan penduduk tinggi. “Lahan yang ada adalah milik pribadi, jadi susah untuk dikendalikan pembangunannya,” ungkap Ambara.

Namun dikatakannya, meski luas panen ataupun lahan pertanian kian menyempit setiap tahunnya, produktivitas tetap mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dimiliki, produktivitas (produksi dibagi luas lahan) tahun 2017 tercatat 67,12 kuintal/hektar, sementara tahun 2018 meningkat menjadi 67,54 kuintal/hektar. Luas lahan pertanian di Kota Denpasar mencapai 2.409 hektar tahun 2017. Luas lahan ini pun mengalami penurunan tahun 2018 yang tercatat hanya 2.170 hektar tahun 2018.

Dilihat dari produksi yang yang terjadi, tahun 2017 produksi padi di Kota Denpasar mencapai 30.499 ton. Sementara produksi tahun 2018 mencapai 30.189 ton. “Memang terjadi penurunan produksi yang diakibatkan penyempitan luas lahan tadi,” jelasnya.

Mendukung pertumbuhan produktivitas pertanian khususnya padi di Kota Denpasar, Ambara mengatakan, berbagai hal dilakukan oleh Dinas Pertanian. Mulai dari pemdampingan pembibitan hingga pasca panen termasuk pemasaran hasil produksi. Demikian dikatakannya, meningkatnya produktivitas di Kota Denpasar, dikarenakan petani sudah makin mengerti terhadap penggunaan teknologi pertanian serta pengelolaan tanah yang benar. Termasuk pemberian pupuk dan hal lainnya yang mendukung aktivitas pertanian. *wid/editor rahadi