Dekranasda Buleleng, Kembangkan Songket lebih Banyak di Dunia Fashion

Contoh Songket khas Buleleng dengan benang sutra.

PERAJIN songket sutra di Kabupaten Buleleng cukup banyak. Dengan kreasinya masing-masing songket Buleleng memiliki namanya tersendiri di mata pecintanya. Ada banyak motif songket yang sudah dikenal luas masyarakat di antaranya  Patra Sari, Pot-potan, Bunga Sungenge, Semanggi Gunung, Bintang Kecil, Cakar Ayam dan masih banyak lagi.

Di tengah deraan moderninasi, banyaknya motif songket khas Bali yang ditiru dan diproduksi dalam jumlah banyak di luar Bali  dikhawatirkan membuat eksistensi songket khas Bali kian memudar. Para perajin juga desainer berupaya berinovasi agar produk songket terus berkembang.

Tak terkecuali Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ir. I Gusti Ayu Aries Sujati ketika diwawancarai Bisnis Bali usai menghadiri kegiatan Bedah Buku “Membangkitkan Endek dan Songket Buleleng” di Gedung Wanita Laksmi Graha, Senin (1/4).

Pihaknya mengaku ingin mengembangkan produk songket Buleleng lebih banyak lagi, khususnya model fashion agar dunia fashion songket lebih bervariatif.
Pengembangan tersebut baik berupa desain kolaborasi dengan endek termasuk penggunaan benang sutra sebagai bahan baku songket agar lebih nyaman digunakan serta motif yang lebih bervariasi. “Kalau dulu songket cenderung menggunakan benang emas yang membuat volume kain agak berat.  Saat ini kita ingin menciptakan bagaimana songket itu nyaman tidak berat, lebih ringan dan lembut ketika dikenakan dengan menggunakan benang sutra,” terangnya.
Pengembangan songket yang dikolaborasikan dengan endek dalam bidang fashion mengingat perajin belum bisa merubah lebar kain songket yang masih kecil. Meskipun ada produk songket dengan lebar yang memadai namun kalah pada motif yang justru monoton.
“Perajin otomatis tidak bisa berkreasi lebih leluasa jika lebarnya ditambah, yang kita tahu motif songket itu sangat bervariatif songket itu susah menambah lebar,” imbuhnya.
Oleh karena itu pihaknya menginginkan songket khas Buleleng ini nantinya semakin berkembang khususnya di dunia fashion casual sebagai upaya pelestarian warisan budaya khas Bali Utara. *ira/editor rahadi