Gianyar (Bisnis Bali) – Bank optimistis kinerja pada triwulan I 2019 ini masih bertumbuh meski ada kecenderungan pelaku usaha maupun masyarakat melakukan wait and see serta sedikit menahan untuk melakukan ekspansi bisnis mereka.

“Kinerja optimis tumbuh karena di kalangan industri  masih menunjukkan pertumbuhan yang positif,” kata Direktur Konsumer Bank BRI Handayani di sela-sela kunjungan dan penanaman pohon di Balispirit Festival di Gianyar, Minggu (31/3) . 

Ia mengatakan, kalangan pelaku usaha sedikit menahan ekspansi pada triwulan I merupakan sesuatu yang umum saat memasuki awal tahun karena biasanya setiap tahun (kuartal pertama /q I) mereka masih membutuhkan pemanasan, melihat data dan kebijakan baru, APBN pemerintah yang baru teralokasikan hingga kondisi global.

“Kondisi global tidak bisa dipungkiri turut mempengaruhi kondisi ekonomi di dalam negeri,” ujarnya.

Kendati demikian, Handayani meyakini kinerja bank BUMN ini masih menunjukkan tren yang positif dan on the track untuk masing-masing segmen. Itu terlihat dari pertumbuhan kredit konsumer yang terdiri dari segmen kredit tanpa agunan, KPR, kredit kendaraan dan kartu kredit selama 2019.

Untuk pertumbuhan kredit KPR , ia optimis di atas 20 persen. Selanjutnya pertumbuhan kartu kredit di kisaran 18-20 persen, kendaraan 20-22 persen dan kredit tanpa agunan 6-7 persen.

“Harapan kami q1 dan q2 pertumbuhan kinerja akan  sesuai target yang telah ditetapkan pada akhir tahun,” jelasnya. 

Pihaknya pun optimistis target bisa tercapai mengingat pemerintah terus mendorong industri bertumbuh dengan baik khususnya di sektor UMKM dan mikro. Untuk mendukung hal tersebut diakui, BRI terus melakukan peningkatan pelayanan dan kian mendekatkan diri dengan berbagai kegiatan ekonomi. Salah satunya ikut mensponsori festival yoga yang telah terlaksana selama 12 tahun di Ubud dan mampu mendatangkan 10 ribu wisatawan ke agenda ini. 

“Ini menjadi agenda sangat baik karena dapat menunjang pariwisata. Kegiatan ini juga sesuai tujuan BRI untuk berada di tengah-tengah masyarakat dan sesuai visi bank untuk membantu bergeraknya ekonomi khususnya di pedesaan,” ucapnya.

Bagi bank dukungan tersebut tidak hanya melihat dari timbal balik dari finansial semata namun bagaimana pengembangan bisnis di masyarakat bisa dikelola dengan baik. Penduduk membutuhan bantuan finansil, bank bisa menyediakan mulai KUR mikro maupun paymen lain. 

“Termasuk transaksi uang elektronik yang diterapkan pada festival ini di mana juga memberdayakan pelaksanakan inkusi keuangan,” kata Handayani.*dik