DIKLAT - Calon pramuwisata yang sedang melalui proses diklat

Denpasar (Bisnis Bali) – Pramuwisata (guide) menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi terkait pariwisata Bali kepada wisatawan. Guna memahami pariwisata budaya, calon pramuwisata wajib melalui proses diklat dan uji kompetensi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yuniartha Putra, Kamis (28/3) mengatakan, setiap tahun wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali terus mengalami peningkatan. Hal ini tentunya pariwisata Bali harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang pramuwisata.

Ia menjelaskan, pramuwisata ini menjadi ujung tombak penyampaian informasi tentang Bali kepada wisatawan. Pramuwisata Bali ini tentu dituntut memahami alam dan budaya Bali.

Dipaparkannya, pramuwisata dituntut siap untuk dapat memberikan penjelasan tentang objek, simbol-simbol, sejarah kepada wisman dengan baik. Lebih lanjut dikatakannya, pariwisata Bali telah memiliki aturan Perda No. 5/2016 tentang pramuwisata. Dalam aturan ini mewajibkan calon pramuwisata untuk mengikuti uji kompetensi.

Perda Pramuwisata juga mewajibkan calon pramuwisata melalui uji tentang budaya Bali. Mereka wajib mengetahui budaya bali. Ia menegaskan, nantinya setelah lulus dari uji kompetensi dan uji budaya, mereka juga harus menggunakan pakaian adat Bali dalam melaksanakan tugas sebagai  pramuwisata.

Bagi masyarakat Bali yang ingin menekuni profesi pramuwisata tentu wajib melalui proses diklat. Setelah mengikuti diklat, calon promuwisata akan melalui proses uji kompetensi. AA Gede Yuniartha Putra menambahkan, penyelenggaraan diklat ini antara lain disebabkan ada pramuwisata yang sudah lanjut usia. Bahkan, ada pramuwisata yang sudah beralih ke profesi lain. “Kekosongan pramuwisata ini harus segera kita isi agar tidak terjadi kekurangan pramuwisata di Bali  terutama pada saat high season,” katanya. *kup/editor rahadi