Budi Daya Sawi Hijau di Pekarangan Rumah

GERAKAN halaman asri, teratur, indah dan nyaman (HATINYA) PKK, Ny. Putri Koster mengajak masyarakat untuk menata halaman rumah agar halaman rumah tidak hanya terlihat indah dan asri namun juga dapat memberikan manfaat bagi anggota keluarga. Gerakan penataan halaman rumah ini diharapkan dilaksanakan di semua rumah tangga, tidak hanya di rumah percontohan atau saat akan perlombaan saja. Salah satu tanaman yang disarankan ditanam adalah sayur mayur, seperti sawi hijau.

Untuk budi daya sawi hijau di pekarangan rumah Made Sariasih, Jalan Pucuk Br Tangtu – Denpasar, memanfaatkan bambu untuk membuat wadah media tanam. “Saya baru setahun belakangan memanfaatkan pekarangan untuk budi daya sawi hijau. Hasilnya tidak hanya untuk kebutuhan keluarga, bahkan saat panen saya bisa menjualnya ke pasar atau warung,” tutur Sariasih kepada Bisnis Bali, Kamis (28/3).

Diakui, saat panen memang sayur yang dihasilkan masih kurang dari 10 kg, karena hanya memanfaatkan pekarangan  rumah. Meski demikian, hal tersebut diakui memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga.

“Budi daya sawi hijau dalam waktu 1,5 bulan sudah bisa panen. Perawatan juga tidak terlalu sulit, hanya lakukan penyiraman dua kali sehari saat tanaman masih dalam pembibitan dan sekali sehari pada sore hari saat tanaman sawi sudah besar,” terangnya.

Selain mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga, ia mengaku bisa memastikan sayur yang dikonsumsi keluarga sehat dan bebas pestisida serta pupuk kimia. “Saya menggunakan pupuk kompos dari sisa makanan, yang dibuat sendiri. Jadi kalau ada sampah daun dan sisa makanan daripada terbuang, suami saya buat pupuk kompos,” ucapnya.

Pupuk kompos tersebut digunakan sebagai media tanam, sehingga tanaman  menjadi subur. “Kalau media  tanam terlihat mulai berkurang, baru saya tambahkan lagi pupuk kompos. Jadi pemupukan tidak tentu, setiap beberapa Minggu sekali yang penting kebutuhan sudah terpenuhi,” tandasnya.

Dikatakan, budi daya di lahan sawah tidak ada bedanya dengan budidaya di pekarangan rumah. “Hasil yang diperoleh juga, sama saja tidak ada bedanya. Kemarin saya mencoba sedikit, dan sekarang saya mencoba mengembangkannya lebih banyak sehingga mendapatkan hasil lebih banyak,” pungkasnya. *pur/editor rahadi