Petani di Tabanan Raup Omzet Puluhan Juta dari Olah Daun Kelor

proses pembuatan sirup daun kelor dengan menggunakan mesin Rumino Hydrolystis

Tabanan (Bisnis Bali) –
Selain bisa diolah jadi bahan pangan sayuran, nampaknya daun kelor memiliki segudang potensi yang menjanjikan untuk mendatangkan rupiah. Salah satunya, diolah dalam bentuk sajian sirup yang memadukan daun kelor dengan sejumlah bahan baku herbal lainnya melalui proses mesin Rumino Hydrolystis.
Salah seorang pembuat sirup kelor sekaligus Dirut CV. Timan Agung, A.A Nyoman Wijana di Desa Klating, Banjar Sangging Kecamatan Kerambitan, Selasa (26/3) mengungkapkan, peluang bisnis dari usaha olahan sirup daun kelor memang cukup potensial. Terlebih bahan baku dalam hal ini daun kelor cukup mudah didapatkan Tabanan saat ini.
“Selain itu, kenapa harus kelor? Karena kandungan nutrisi dalam daun kelor sangat lengkap, baik itu senyawa organik yang mencapai 500 jenis terdapat dalam daun kelor, dan juga protein, vitamin, hingga kandungan asam amino asensial,” tuturnya.
Jelas Wijana yang memulai usaha sirup daun kelor ini pada 2016 lalu, untuk bisa menghasilkan sirup daun kelor, komoditi tersebut yang doporsikan 25 persen sebagai bahan baku utama dipadukan dengan daun herbal lainnya. Semisal, ekstrak kunyit, ekstrak jahe, ekstrak kencur,d an air kelapa muda. Katanya, semua unsur atau bahan baku tersebut diproses dengan mengadopsi teknologi menyerupai metabolisme pada perut sapi atau alatnya disebut Rumino Hydrolystis.
“Mesin tersebut mencontoh dari mekanisme perut sapi. Itu tercermin dengan adanya tentakel, enzim, nutrisi dan senyawa organik. Dan prosesnya membutuhkan waktu hingga satu bulan,” ujarnya.
Sambungnya, kegunaan dari sirup kelor ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Diantaranya, sirup ini mampu meningkatkan ketahanan alamiah tubuh, menurunkan tekanan darah tinggi, hingga mendukung kadar gula normal. Itu pula yang membuat permintaan pasar akan sirup kelor ini makin meningkat saat ini.
Paparnya, awal pemasaran memang dominan disasar oleh petani sekitar, namun dengan khasiat yang ditawarkan dan juga pemasaran yang dilakukan, akhirnya penjualan produk sirup kelor menembus pasarantarpulau. Menariknya lagi, pemasaran sirup daun kelor ini juga sudah tembus ke luar negeri.
“Bisa dibilang pemasaran sirup daun kelor ini sudah keseluruh dunia, namun tidak secara khusus. Maksudnya, dibawa oleh konsumen bersangkutan ke luar negeri. Salah satunya, Amerika Serikat,” ujarnya.
Sementara itu tambahnya, produksi sirup daun kelor mencapai 1.200 botol per bulan. Dari produksi tersebut, rata-rata pihaknya memperoleh omzet penjualan hingga Rp 25 juta per bulan.*man