Pariwisata Bali tidak boleh lagi dijual murah hanya untuk mengejar kuantitas kunjungan wisatawan. Sejauhmana pariwisata Bali bisa menggeser dari mass tourism ke pariwisata Bali yang berkualitas?


DAYA dukung pariwisata Bali sangatlah  terbatas. Pariwisata Bali mesti mengatur supply dan demand akomodasi dan daya tarik pendukungnya.
Dewan Pembina DPD Asita Bali, Bagus Sudibya mengatakan, jumlah kamar hotel mesti dibatasi sehingga sesuai dengan kebutuhan kamar bagi wisatawan yang berlibur ke Bali. Dengan jumlah yang sesuai kebutuhan akan memunculkan harga kamar hotel yang ideal. “Dengan pengaturan supply dan demand akomodasi,  wisatawan yang ke Bali tentu wisatawan berkualitas ,” ucapnya.
Pariwisata Indonesia dengan Bali plus ten atau daya tarik 10 Bali Baru mesti mendorong pengembangan  pariwisata Bali 2019 makin mengedepankan kualitas. Pada bagian lain, dengan keterbatasan sumber daya alam (SDA) pariwisata Bali mampu mengontrol kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Bali.
Ia menjelaskan, setelah berlibur di Bali wisman juga bisa disalurkan ke 10 kawasan pariwisata Bali Baru. Ini memberikan peluang bagi pariwisata Bali menggarap wisatawan berkualitas.
Dipaparkannya, dalam menggarap wisatawan berkualitas pariwisata Bali wajib menerapkan manajemen terintegrasi dalam satu pulau. Ini mesti diikuti peningkatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata Bali.
Dikatakannya, Bali memiliki sumber daya alam (SDA) baik lahan dan air yang terbatas. Untuk wisatawan yang masuk ke Bali mesti batasi. “Ini karena Bali memiliki daya tampung yang terbatas,” ucap Konsul Kehormatan Afrika Selatan ini.
Bagus Sudibya meyakinkan kunjungan wisatawan yang berlibur ke Bali harus dikontrol. Ini secara tidak langsung wisatawan yang berlibur ke Bali bisa mengarah wisatawan berkualitas.
Konsul Kehormatan Rusia untuk Bali, Chairul Nuku Kamka mengatakan, pariwisata Bali memiliki budaya yang unik dan alam yang indah. Pariwisata Bali jangan dijual murah sehingga Bali diramaikan wisatawan kelas bawah (backpeaker).
Diungkapkannya, wisatawan ke Bali karena memiliki alam yang indah. Walaupun di daerah lain memiliki alam seperti pantai lebih indah, wisatawan mancanegara tetap memilih Bali.
Pariwisata Bali memiliki berbagai pasar. Ini mulai pasar kelas bawah sampai wisatawan kelas atas (high class).
Jika Bali hanya menawarkan paket wisata murah tentunya akan banyak dilirik wisatawan kelas bawah. Bali tentu akan diramaikan wisatawan kelas bawah. “Paket wisata murah tentu jadi pilihan wisatawan backpeaker,” ucapnya.
Ia mencontohkan, wisatawan Rusia yang berlibur ke Bali mulai dari kelas bawah sampai kelas atas. Mereka berlibur di Bali antara lain mengunjungi pantai.
Wisatawan Rusia suka bersantai dan berjemur di pantai. Mereka di antaranya juga mengikuti kegiatan surfing.
Wisatawan Rusia ingin merasakan kenyamanan pantai. Tidak sedikit, wisatawan Rusia menginap di kawasan perhotelan Nusa Dua.” Wisatawan Rusia tidak tepat jika ditawarkan paket wisata murah,” ucapnya.
Nuku Kamka menambahkan, wisatawan berlibur ke Bali tidak hanya menikmati alam yang indah. Mereka juga bisa menyaksikan kebudayaan lokal yang unik. Ini tentu sebagai nilai tambah bagi wisatawan yang berlibur ke Bali. *kup/editor rahadi