Denpasar (Bisnis Bali) – Ekonomi digital perkembangannya sangat pesat saat ini dan memiliki hubungan sangat erat kaitannya dengan bidang usaha pariwisata di Bali. Oleh karenanya, Bali perlu menyiapkan berbagai strategi sehingga bisa mendorong perkembangan digital ekonomi tersebut.

“Bali dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, baik di tingkat kawasan ASEAN maupun dunia sehingga pulau ini perlu bersiap diri dan menyiapkan strategi, kebijakan dalam rangka mendorong perkembangan digital ekonomi agar dapat memperoleh manfaat dan nilai tambah yang optimal terhadap trend global ini,” jelas Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Sapto Widyatmiko di Renon, Selasa (26/3). 

Ia menerangkan pemerintah daerah Bali telah menargetkan Bali menjadi smart island melalui program pengembangan smart government dan smart business dengan tetap berlandaskan pada kearifan lokal. Pada sisi yang lain, kata Sapto, pelaku usaha tentunya juga mengharapkan dapat berkontribusi dan berperan pada era digital tersebut yang tentunya juga memerlukan dukungan dari dunia pendidikan maupun akademisi.

“Penyiapan infrastruktur teknologi mulai hardware, software dan jaringan internet, e-business yaitu proses di mana organisasi melakukan aktivitas berbasis jaringan komputer dan e-commerce suatu transaksi perdagangan secara online sangat penting,” ujarnya.

BI pun berharap pengembangan digital ekonomi di Bali diharapkan dapat tetap mengacu pada karakter ekonomi Bali yang betumpu pada bidang usaha pariwisata. Dalam kaitan menjawab tantangan tersebut dan untuk mendorong stabilitas pertumbuhan ekonomi Bali, Sapto menyampaikan maka perumusan strategi dan kebijakan dalam rangka memanfaatkan peluang ekonomi digital menjadi pilihan yang harus segera ditindaklanjuti.

BI meyakini digitalisasi adalah sebuah benefit kehidupan karena meningkatkan efisiensi dan efektivitas yaitu mempercepat waktu, meningkatkan output, mengurangi biaya dan memudahkan proses.

“Dalam kaca mata sederhana digitilisasi adalah sebuah alat, namun dampak yang dihasilkan dapat sangat luas menyentuh berbagai aspek kehidupan,” paparnya. 

Digitalisasi menjadi sebuah paradigma (nilai-nilai) baru sehingga cepat atau lambat, digitalisasi akan mengubah kebiasaan masyarakat, kemudian karakternya, terus menjadi kebudayaan baru, dan bahkan mengubah peradaban. “Digitilisasi akan menjadi peradaban baru,” ucapnya.

Sementara itu dari kegiatan sehari BI tersebut menyajikan Ronald Waas selaku Komisaris Gojek dan Sahala Situmorang selaku partner Earn and Young untuk memberikan paparan dan pengalaman yang berharga. Para narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan insight kepada semua pihak bahwa perkembangan teknologi digital tidak dapat dibendung lagi. Suka atau tidak suka, mau tidak mau, masyarakat harus menerimanya sebagai sebuah keniscayaan. *dik