Tas Belanja Anyaman makin Eksis dan Diminati

TAS belanja anyaman  makin diminati konsumen, pascaditerbitkannya Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Beragam ukuran tas belanja anyaman ditawarkan dengan warna warni yang menawan.

Tas belanja anyaman sebenarnya sudah ada dari dulu, namun hanya segelintir orang yang menggunakannya karena selama ini  tiap pedagang di pasar akan memberikan tas plastik kepada konsumen yang berbelanja. “Sekarang banyak ibu-ibu yang mencapai tas belanja anyaman, karena lebih kuat untuk membawa barang berat ketimbang tas kain. Selain itu harganya juga jauh lebih terjangkau,” tutur Anton, penjual tas belanja anyaman di pasar Kreneng Denpasar.

Dikatakan, penjual meningkat hingga 100% dibandingkan sebelum terbitnya Pergub sampah plastik. “Kalau biasanya sehari belum tentu ada penjualan, tapi sekarang setiap hari selalu ada penjualan. Bahkan kadang bisa laku 10 buah lebih,” ungkapnya.

Menurut Anton, tas belanja anyaman tersebut didatangkan dari Jawa sehingga harganya lebih terjangkau. Harga yang ditawarkan mulai Rp20 ribu tergantung ukuran. “Ukuran yang paling diminati konsumen adalah ukuran besar, karena lebih banyak menampung barang. Karena ibu – ibu pasti berbelanja banyak di pasar,” tukasnya.

Ada beberapa jenis tas belanja anyaman yaitu yang terbuat dari kaca Mambo dan dari plastik lurik. “Kalau yang dari plastik lurik juga ada dua jenis, yang terbuat dari plastik lurik tips dan plastik lurik tebal. Itu tentunya berpengaruh terhadap harga, karena daya tahannya juga berbeda,” katanya.

Permintaan ketiga jenis tas anyaman tersebut hampir sama, tidak ada perbedaan yang signifikan. “Semua ada peminatnya. Selain itu selera dan juga budget sangat menentukan pilihan konsumen,” pungkasnya.*pur/editor rahadi