Gianyar (Bisnis Bali) – Mewujudkan olah raga sebagai alat pemersatu dan ajang penggalian potensi prestasi pelajar, Pemkab Gianyar gelar pekan olah raga pelajar (porjar) 2019. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gianyar, AA Gde Agung saat acara pembukaan porjar di Lapangan Astina, Gianyar, Senin (25/3).

Porjar yang berlangsung pada 25-31 Maret, mempertandingkan 21 cabang olahraga dan lima cabang eksibisi. Adapun cabang olah raga yang dipertandingkan yakni, atletik, bola voli indoor, bola voli pasir, basket, catur, tenis lapangan, tenis meja, renang, sepak bola, bulu tangkis, sepak takraw, judo, pencak silat, taekwondo, karate, kriket, tarung derajat, wood Ball, panahan, panjat tebing dan kempo, sedangkan eksibisi yakni, pentaque, softball, rugby, kabaddi dan menembak. Porjar juga merupakan evaluasi kegiatan pelajar, menjaring atlet pelajar di Gianyar hingga memotivasi aktivitas serta kreativitas siswa di Gianyar.

Acara pembukaan diawali dengan pelepasan balon ke udara oleh Sekda Kabupaten Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, bersama Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Wayan Tagel Winarta serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Gianyar. Peserta Porjar diikuti oleh ratusan pelajar SD, SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar dan ikut dalam pembukaan. Saat pembukaan juga dimeriahkan aksi kontingen dengan pelbagai kreativitas. Beberapa pertandingan dilaksanakan di berbagai lapangan umum yang tersebar di kecamatan dan desa di Gianyar.

“Porjar akan dilaksanakan selama sepekan dengan tema olah raga menyatukan kita dalam prestasi puncak menuju Gianyar aman berprestasi,” papar AA Gde Agung.

Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya mengapresiasi pelaksanaan Porjar 2019, ia  berharap porjar bisa berjalan sesuai harapan dan sekaligus mengucapkan selamat bertanding kepada para atlet. Porjar adalah ajang pembinaan prestasi olahraga yang sekaligus gambaran hasil pembinaan tiap-tiap sekolah.

 Di samping untuk meningkatkan prestasi di ajang yang lebih tinggi. Dikatakan, prestasi tak dapat diraih dengan cara instan, melainkan dibarengi dengan usaha yang keras untuk mencapainya. Hal ini harus ditanamkan, kepada para atlet sejak dini.

“Kepada guru olah raga saya ucapkan terima kasih, karena telah membina anak-anak kita. Saya harap pembinaan lebih ditingkatkan lagi. Selain untuk meningkatkan prestasi juga untuk membangun  mental dan karakter anak-anak didik,” terang Wisnu Wijaya.

Lebih lanjut, I Made Gede Wisnu Wijaya, mengatakan porjar merupakan sarana tepat untuk membangun pelajar dan pemuda, menjadi sosok pekerja keras, pantang menyerah, jujur dan berjiwa sportif. Oleh karena itu porjar, bukanlah semata mengutamakan peraihan medali, namun harus bisa membangun karakter pelajar. *adv/editor rahadi