TERBAKAR - Pascakebakaran di Pasar Anyar Sari yang menghanguskan 12 kios.

Denpasar (Bisnis Bali) – Pascakebakaran Pasar Anyar Sari (Batukandik) Denpasar Jumat (22/3) malam lalu, untuk sementara pedagang akan menempati tempat relokasi. Tempat relokasi sementara akan dibangun di blok II (atas) dengan membuatkan bangunan semi permanen.

Direktur Umum PD Pasar Kota Denpasar AA Ngurah Yuliarta saat ditemui, Senin (25/3) kemarin mengatakan, saat ini telah dilakukan pengukuran tempat dan dalam 2 sampai 3 hari ke depan pedagang akan bisa menempati tempat relokasi tersebut. “Untuk sementara pedagang akan menempati tempat relokasi yang kami sediakan. Setelah itu akan duduk bersama kembali untuk membicarakan apakah akan dibangun atau diperbaiki kios-kios yang sebelumnya hangus terbakar,” jelasnya.

Demikian juga terkait anggaran yang akan digunakan dalam merevitalisasi bangunan yang berada di blok I tersebut akan dibicarakan lebih lanjut. “Untuk saat ini, kami mencari cara dulu agar pedagang bisa berjualan, karena itu jadi mata pencarian mereka,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk bangunan pedagang yang menjadi korban kebakaran Agustus 2018 lalu telah dirancang  akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Perdagangan senilai Rp4 miliar yang saat ini masih proses penggambaran bangunan. Sebanyak 108 kios dan los akan dibuatkan bangunan yang ditargetkan dimulai tahun ini. Jumlah kios dan los yang dibangun menggunakan APBN tersebut sesuai dengan jumlah los dan kios yang terbakar. Sementara untuk kios yang terbakar Jumat (22/3) lalu tidak disertakan dalam anggaran tersebut yang kemungkinan pembangunan 12 kios yang hangus ini bisa lebih cepat dibandingkan bangunan  yang hangus sebelumnya. “Karena untuk proses menggunakan APBN cukup panjang. Jadi kemungkinan bangunan yang hangus pascakebakaran Jumat lalu bisa dilakukan lebih dulu,” jelasnya.

Disinggung soal asuransi bangunan ataupun barang yang dimiliki pedagang, Yuliarta mengatakan, tidak ada yang diasuransikan. Dikatakannya, bangunan tersebut sebelumnya merupakan swadaya masyarakat. Namun sesuai dengan mekanismenya adalah aset milik PD Pasar.

Terkait asuransi tersebut, salah seorang pedagang, Ni Made Widiarti mengatakan, dirinya tidak memiliki asuransi untuk barang ataupun bangunan. Hal ini dikarenakan, produk yang dijualnya berupa alat-alat upacara sangat sulit untuk mendata secara rinci untuk diasuransikan. *wid/editor rahadi