Mangupura (Bisnis Bali) – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden (Pilpres 2019) dan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg 2019) secara serentak pada 17 April 2019 mendatang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai turut melakukan penyesuaian dengan meningkatkan pengamanan area bandara.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono mengatakan, sebagai objek vital transportasi nasional, bandara merupakan wilayah strategis yang harus dilindungi dari gangguan keamanan yang dapat muncul selama pra dan pasca-penyelenggaraan kontestasi politik tersebut. “Keamanan merupakan suatu hal yang sangat fundamental bagi operasional bandara. Jika masalah security sudah terganggu, maka akan mengganggu sisi operasional bandara lainnya,” ujar Haruman dalam rapat rutin Airport Security Committee (ASC) I Tahun 2019 di Hotel Patra Jasa.

Sementara Airport Security Department Head, I Made Sudiarta menyampaikan kesiapan aspek keamanan bandara, baik dari sisi personel maupun peralatan utama dan pendukung. “Personel Avsec sebanyak 1.168 personel. Kami juga telah menerapkan MoU bersama TNI AU dengan bantuan personel 40 orang. Sementara dari Polsek KP3 sebanyak 43 orang baik itu pengamanan di sisi udara dan sisi darat. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, kami juga dapat meminta bantuan dari Polda Bali untuk unit K9, serta pecalang untuk mengamankan approach light di sebelah timur bandara,” ungkap Sudiarta.

Selain itu telah disiapkan sejumlah peralatan keamanan, di antaranya x-ray scanner, explosive detection system, alat pendeteksi logam, body scanner, walkthrough body scanner, serta CCTV yang tersebar di berbagai titik di bandara.

Haruman menambahkan, bandara juga tidak boleh digunakan sebagai tempat penyampaian pendapat atau kampanye sesuai dengan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Hal tersebut diperkuat Surat Edaran Menteri Perhubungan No. 15 Tahun 2017 tentang Larangan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Objek-objek Vital Transportasi Nasional.

Mengantisipasi adanya potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi pada masa pelaksanaan Pemilu, keamanan di sisi darat yang masih berada dalam radius pagar Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) bandara akan ditingkatkan seiring dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pemilu. *dar/editor rahadi