Singaraja (Bisnis Bali) – Serangkaian pagelaran tari Rejang Renteng massal yang akan dipentaskan pada Puncak Perayaan HUT Kota Singaraja ke-415, Sabtu (30/3) mendatang, sejumlah persiapan pun dilakukan oleh duta masing-masing kecamatan. Salah satunya melakukan gladi bersama oleh seluruh perwakilan penari dari tiap-tiap desa dan kecamatan.

Sejumlah persiapan dimaksud antara lain terlihat di Kecamatan Buleleng, Seririt, Busungbiu, dan Gerokgak. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T., yang juga turut memantau jalannya gladi tari Rejang Renteng mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme para peserta tari Rejang Renteng massal ini.

Ia mengatakan, hal ini membuktikan bahwa semangat berkesenian di Buleleng makin berkembang. Agus yang didampingi Ny. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana juga mengatakan, antusiasme yang diperlihatkan oleh para penari itu juga menunjukkan kecintaannya pada Kota Singaraja. Dengan terlibatnya mereka nanti, hal itu menunjukan bahwa perayaan HUT Kota Singaraja bukan saja menjadi perayaan warga kota saja, tapi menjadi perayaan bagi seluruh warga Buleleng. “Pada latihan ini ada interaksi sosial di dalamnya. Saya merasa bangga, dan saya ingin semua PKK di Kabupaten Buleleng ini bisa bersatu padu terus membangun Buleleng,” katanya.

Sekecil apapun sumbangsih yang diberikan oleh masyarakat kepada Pemkab Buleleng, hal itu merupakan amunisi bagi kelanjutan pembangunan di Buleleng, karena bagaimana pun juga, lanjutnya, pagelaran tarian seperti ini akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan adat istiadat dan budaya Bali.

Sementara itu, Camat Gerokgak Made Juartawan, S.STP, M.M., mengungkapkan, duta masing-masing desa dari Kecamatan Gerokgak sudah cukup siap mengikuti pementasan secara masal. Dijelaskannya, sebanyak 700 orang penari dari 14 desa yang ada di Kecamatan Gerokgak akan ikut serta pada puncak perayaan HUT Kota nanti. Menurutnya, hampir tidak ada kendala yang dihadapi selama persiapan tarian massal ini.

“Kalau gladi di masing-masing desa sudah sering dilaksanakan, jadi hari ini kami gladi bersama mencoba merepresentasikan tempat, di mana nanti di Jalan Pramuka yang kami dapat. Jadi paling tidak penari itu tahu masing-masing kondisinya,” katanya.

Hal senada juga juga diungkapkan Camat Seririt I Nyoman Riang Pustaka, S.IP. Saat dihubungi secara terpisah, dirinya menjelaskan bahwa gladi bersama tersebut merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan untuk peserta di kecamatan itu. Dari kecamatan Seririt sendiri jumlah pesertanya mencapai 1.050 orang yang berasal dari 21 desa dan kelurahan.

Diakuinya, sebelumnya memang ada kesulitan menyamakan gerak tari untuk masing-masing desa. Namun, dengan adanya workshop Tari Rejang Rentang yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bersama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng belum lama ini, kendala dimaksud bisa diatasi. “Sehingga tadi (saat gladi) hanya ada perbaikan (gerak) mungkin sedikit saja. Untuk persiapan sementara ini tidak ada masalah. Untuk pakaian, bahan sudah kami droping ke masing-masing desa. Nanti untuk rias, transportasi, makan dan minum akan dibantu oleh masing-masing perbekel,” katanya. *ira/editor rahadi