TANDA TANGAN - Penandatangan prasasti oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Bali Wayan Koster dan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Denpasar (Bisnis Bali) – Pasar Badung yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran dan sempat membuat pedagang direlokasi ke Eks Tiara Grosir kurang lebih selama 3 tahun, kini telah berdiri kokoh dengan bangunan yang megah. Setelah soft opening 24 Februari lalu, pasar rakyat terbesar di Bali ini pun diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada Jumat (22/3).

Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang Jalan Gajah Mada, Denpasar menyambut kedatangan orang nomor 1 di Indonesia ini. Peresmian Pasar Badung ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Bali Wayan Koster dan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan, Pasar Badung adalah pasar terbaik dari sejumlah pasar yang pernah dikunjungi di Indonesia dilihat dari segi arsitektur. “Saya senang melihat Pasar Badung karena ini adalah pasar heritage, warisan pusaka,” ujarnya.

Ia minta kebersihan pasar terus dijaga, begitu juga dari sisi pedagangnya. Terpenting, pasar tidak boleh becek, bau dan kotor sehingga bisa bersaing dengan pasar-pasar modern yang ada.

Sementara itu, dalam sambutannya, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, menjelaskan, Pasar Badung ini rampung dengan kapasitas 6 lantai, terdiri dari 2 basement dan 4 lantai untuk los dan kios. Dalam basement 1 (dasar) bisa menampung sekitar 42 mobil, dan 23 mobil box. Sedangkan, pada basement 2, kapasitas parkir yang bisa ditampung sebanyak 82 mobil.

Sementara untuk lantai dasar gedung, pedagang disediakan sebanyak 48 unit los. Lantai 1 sebanyak 483 unit los, lantai 2 sebanyak 254 unit los dan 145 unit kios. Untuk lantai paling atas yakni lantai 3 disediakan 254 unit los dan 145 unit kios. Sehingga keseluruhan los berjumlah 1.450 unit ditambah jumlah kios sebanyak 290 unit dengan total keseluruhan los dan kios total berjumlah 1.740 unit. (wid)