WISATA - Pariwisata Bali perlu lebih maksimal menggarap segmen MICE.

Denpasar (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali perlu lebih maksimal menggarap segmen meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Sementara biro perjalanan wisata (BPW) berpeluang besar menggarap segmen MICE khususnya incentive.

Wakil Ketua INCCA Bali, Ketut Jaman, Jumat (22/3) mengatakan, BPW bisa menggarap pasar MICE yang dimiliki sektor swasta. Hal ini terutama kegiatan incentive perusahaan internasional dan perusahaan nasional. “Kalau perusahaan swasta, BPW masih boleh menggarapnya,” katanya.

Ia menjelaskan, kalau kegiatan model meeting dan convention, dihandel pemerintah atau asosiasi berkaitan dengan pemerintah tidak boleh digarap BPW. Penghandelan MICE yang diselenggarakan pemerintah wajib dihandel pelaku usaha yang memiliki izin PCO atau DMC yang resmi menghandel MICE.

Dipaparkannya, BPW sebaiknya tidak menghandel wisatawan  MICE pada Juli, Agustus, dan September. Tiga bulan ramai ini Bali dipenuhi wisatawan leasure sehingga fasilitas kamar dan meeting relatif lebih mahal dibadingkan saat musim sepi (low season).

Ia menegaskan, di luar  masa 3 bulan ini merupakan masa sepi. Banyak kamar hotel yang harus diisi saat masa sepi. Januari-Juni belum begitu ramai. “Ini dikarenakan, anggaran pemerintah termasuk pihak swasta untuk kegiatan MICE keluar bulan Maret,” katanya.

Ketut Jaman menambahkan, Oktober sampai pertengahan Desember merupakan masa sepi. Ini banyak dimanfaatkan pelaku pariwisata Bali untuk menggarap perusahaan multi internasional dan perusahaan nasional untuk menyelenggarakan kegiatan MICE di Bali. (kup)