Pemkab Didesak Batasi Izin Toko Berjaringan

Amlapura (Bisnis Bali) – Toko berjaringan yang banyak dibuka sampai ke kecamatan, dinilai menjadi salah satu sebab pedagang kecil sepi dan merugi terus. Karena itu, sejumlah pedagang di pasar tradisional di Karangasem, seperti yang berdagang di Pasar Amlapura, berharap Pemkab Karangasem membatasi pemberian izin bagi toko modern berjaringan nasional.

Hal itu disampaikan sejumlah pedagang di Pasar Amlapura, salah satunya Ni Wayan Ani, Kamis (21/3) di Karangasem. Pedagang lainnya Luh Dana mengeluhkan, para pedagang kecil kerap sepi pembeli. Di samping persaingan yang kian banyak dengan para pedagang di pasar, juga banyaknya toko modern berjaringan menjadi penyebab pedagang kecil sangat sepi pembeli.

Sementara itu, ada juga keluhan pedagang dan warga soal adanya dugaan ada toko modern dan berjaringan yang tidak mendapatkan izin, tetapi tetap beroperasi, bahkan buka atau operasionalnya sudah lama.

Atas informasi itu, Kasat Pol PP Pemkab Karangasem I Ketut Wage Saputra, S.H., mengatakan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu I Wayan Putu Laba Erawan.

Wage Saputra menambahkan, staf intelnya sebenarnya sudah melakukan penyelidikan terkait toko modern berjaringan yang diindikasikan di  Paya, Kota Amlapura yang hanya berganti nama setelah tidak diberikan izin pemerintah, karena tak sesuai dengan ketentuan perda dan aturan di atasnya. Namun, tim belum menemukan dugaan pelanggaran. Sebelumnya, kata Wage Saputra, ada informasi masyarakat bahwa toko yang dicurigai  itu hanya berganti nama, namun struk belanjanya masih menggunakan struk belanja toko modern berjaringan yang sudah terkenal. ‘’Staf saya sudah perintahkan turun melakukan pemantauan dan  sudah melakukan penyelidikan, tetapi belum menemukan bukti pelanggaran,’’ tandasnya.

Dari informasi yang didapat, Pemkab Karangasem menerapkan pembatasan izin pembukaan toko modern berjaringan. Di tiap kecamatan masing-masing hanya boleh satu buah, kecuali di Amlapura boleh lebih. Sementara di tiga kawasan pariwisata di Karangasem, maksimal masing-masing tiga buah. Kuota toko modern berjaringan di Amlapura sudah lama penuh dan tak dikeluarkan izin baru lagi. (bud)