Wayan Eka Saputra: Terminal ”Cruise” Internasional

PELABUHAN Benoa dalam pengembangan dalam penggarapan cruise tourism. CEO Regional Bali Nusa Tenggara PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero), Wayan Eka Saputra mengatakan, untuk siap menampung cruise Pelabuhan Benoa sudah mempersiapkan terminal pendukung cruise.

Terminal cruise internasional di Pelabuhan Benoa dirancang mampu menampung sekitar 3.500 orang. Dermaga cruise internasional dilengkapi counter bea cukai, karantina, counter kesehatan dan counter pelayanan yang lain.

Ia menjelaskan, terminal cruise internasional juga dilengkapi art market tertutup. Wisatawan cruise yang tidak melakukan tour ke depan dapat berjalan-jalan di pelabuhan dan membeli cenderamata di art market.

Eka Saputra memaparkan, Pelindo III sudah melakukan pendalaman kolam di Pelambuhan Benoa.   Pengukuran awal kedalaman kolam di kisaran 8-9 meter. “Setelah melalui program pendalaman alur dan pendalaman kolam, kedalaman kolam dan alur di Pelabuhan Benoa mencapai 12 meter.

Melalui pengembangan infastruktur dan pendalaman alur dan pendalaman kolam Pelabuhan Benoa mampu menampung kapal pesiar dengan kapasitas besar. Cruise dengan kapasitas sampai 5.000 penumpang bisa bisa lego jangkar di Pelabuhan Benoa.

Pria kelahiran Bangli ini meyakinkan dengan penataan dermaga cruise dan penyiapan terminal internasional Pelabuhan Benoa makin banyak melayani cruise yang melalui rute ke Bali. Pelabuhan Benoa Bali menjadi salah satu pintu gerbang cruise di Indonesia.

Ia menegaskan, dengan pendalaman alur dan kolam Pelabuhan Benoa  mampu menampung lebih banyak cruise dalam waktu yang sama. Ini merupakan komitmen Pelindo III menyediakan fasilitas pariwisata untuk pengembangan pariwisata Bali.

Wayan Eka Saputra menambahkan, panjang dermaga cruise di Pelabuhan Benoa mencapai 340 meter. Setelah pendalaman kolam menjadi 12 meter, dermaga cruise Benoa bisa disandari 2 kapal pesiar secara langsung. (kup)