Denpasar (Bisnis Bali) – Mendukung terwujudnya Denpasar menjadi kota sehat perlu melibatkan semua pihak termasuk juga lembaga swadaya masyarakat seperti PKK. Terlebih lagi PKK Kota Denpasar melalui program-programnya telah langsung menyentuh masyarakat terbawah. Untuk itu Dinas Kesehatan Kota Denpasar menggandeng PKK Kota Denpasar untuk mensosialisasikan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Demikian disampaikan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Denpasar Tri Indarti saat melakukan sosialisasi STBM dengan PKK dan Desa/Lurah di Kota Denpasar, Selasa (19/3) di Gedung Santhi Graha.

Sosialisasi tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketuanya Ny. Antari Jaya Negara serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar  IB Alit Wiradana.

Sampai saat ini Kota Denpasar 99,96 persen masyarakatnya telah mempunyai sanitasi yang baik. Namun demikian masih 0,04 persen masyarakat yang belum mempunyai sanitasi yang baik. Bahkan masih ada enam desa dan kelurahan yang belum melaksanakan kesepakatan bersama untuk masalah sanitasi. “dari enam desa dan kelurahan tersebut 0,04 persen masyarakatnya yang belum mempunyai sanitasi. Untuk itu melalui sosialisasi ini dengan menggandeng PKK Kota Denpasar kami harapkan pada tahun ini semua permasalahan sanitasi di Kota Denpasar dapat dituntaskan,” ujarnya. Tri Indarti mengakui untuk mewujudkan sanitasi secara menyeluruh di Kota Denpasar memang menghadapi berbagai tantangan, salah satunya mengingat Kota Denpasar menjadi tujuan urban. Meski demikian tantangan tersebut harus bisa diatasi dengan keterlibatan TP PKK.

Ketua TP PKK Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra mengajak semua kader PKK mulai dari tingkat banjar lingkungan, desa/kelurahan sampai kecamatan untuk turut membantu mensosialisasikan gerakan pola hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. “melalui gerakan pola hidup bersih dan sehat ini saya yakin masyarakat akan lebih memahami pentingnya mewujudkan sanitasi,” ujarnya. Untuk mencapai 100 persen masyarakat Kota Denpasar menggunakan sanitasi Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra yakin tidak sampai akhir tahun 2019 masyarakat Kota Denpasar semua sudah menggunakan sanitasi. Memang menurutnya diperlukan kerja keras untuk mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat sehingga bisa merubah mainset masyarakat. Utamanya untuk masyarakat yang masih memanfaatkan bantaran sungai sebagai MCK (Mandi Cuci Kakus). “kita harus mensosialisasikan dampak bahaya dari MCK sembarangan terutama untuk kesehatan,” ujarnya.

Kepala Dinas IB Alit Wiradana menambahkan mengubah perilaku masyarakat untuk pola hidup sehat perlu trobosan dan inovasi. Salah satunya melibatkan TP PKK mengingat program-programnya menyentuh langsung ke masyarakat.

Sementara Perbekel Dauh Puri Kaja Nym Gd Risnawan sampai saat ini diwilayahnya masih terdapat 10 KK yang belum mempunyai sanitasi. Untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa kendala diantaranya permasalahan biaya. “kami berharap untuk wujudkan ini dapat bantuan biaya pembuatan sanitasi,” ujarnya. (wid)