Kebaya Kutu Baru dengan Detail Payet masih Jadi Incaran

BANYAKNYA acara pernikahan yang digelar 2 minggu terakhir ini memberikan peluang bagi pengusaha terkait, mulai dari penata rias, jasa sewa pakaian adat Bali hingga penjual ataupun pembuat kebaya. Seperti halnya permintaan kebaya modifikasi ataupun kebaya dengan detail payet banjir.

Salah seorang perancang busana di Denpasar, Desak Made Arisanthi Dewi, saat ditemui Selasa (19/3) kemarin mengatakan, meski acara pernikahan sudah mulai sepi saat ini, namun permintaan untuk bulan Juli dan Oktober sudah mulai diterima. Permintaan dikatakannya cukup ramai terutama kebutuhan kebaya untuk acara ngidih (melamar) ataupun kebaya untuk kebutuhan resepsi.

“Kebanyakan saat ini permintaan kebaya sudah disiapkan dari jauh-jauh hari, sehingga permintaan untuk beberapa bulan kedepan sudah masuk saat ini,” jelasnya.

Untuk model yang laris saat ini lebih kepada model kutu baru yang memberi  tampilan klasik dengan tambahan full detail fayet. Termasuk kebaya kutu baru dengan sedikit modifikasi  masih cukup banyak permintaan. Soal pemilihan warna, kebanyakan permintaan sudah mengarah ke warna pastel, meski beberapa masih suka dengan warna terang.

Di samping kebaya, berbagai permintaan safari ataupun kemeja untuk kebutuhan adat Bali pria cukup banyak. Hal ini dikatakannya karena pihaknya mengerjakan kebutuhan pakaian pengantin berpasangan.

Disinggung soal harga, Desak Made mengatakan untuk kebaya dengan modifikasi ataupun detail payet dimulai dari Rp2,5 juta per pcs. “Biasanya permintaan langsung dengan kain, konsumen tidak membawa kain sendiri. Sehingga tinggal memilih warna dan desain yang diinginkan,” imbuhnya. (wid)