BMKG Imbau Waspadai Gelombang Tinggi 

Denpasar (Bisnis Bali) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam kurun waktu tiga hari ke depan, yakni pada 19-21 Maret 2019.

Kepala Bagian Humas BMKG, Akhmad Taufan Maulana, S.I.Kom., mengatakan penyebab potensi gelombang tinggi ditengarai karena adanya siklon tropis Savannah (958 hPa) di Samudra Hindia Barat Daya Lampung, pola tekanan rendah 1006 hPa di Laut Timor Selatan NTT dan Samudra Pasifik Utara Papua, serta pola konvergensi di Selat Makassar bagian Selatan, Perairan Kepulauan Selayar – Kepulauan Sabalana, Perairan Selatan Flores dan Laut Sawu. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Laut Banda, perairan Kepulauan Tanimbar – Kepulauan Aru.

Beberapa daerah yang berpeluang terdampak gelombang tinggi dengan kategori sedang (1,25 – 2,5 meter), di antaranya Perairan Utara Sabang, perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Perairan Enggano – Bengkulu, Samudera Hindia barat Aceh, Perairan Selatan P. Sawu – P. Rote, Laut Sawu dan Laut Timor, Perairan selatan Flores, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas – Kepulauan Natuna, Perairan Selatan Kalimantan, Laut Jawa, Perairan Utara Jawa Timur – Kepulauan Kangean, Laut Sumbawa, Perairan Utara Sumbawa, Selat Makassar bagian Utara, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana – Kepulauan Selayar, Laut Sulawesi bagian Tengah dan Timur, Perairan Timur Bitung – Kepulauan Sitaro, Perairan Selatan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, Samudera Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua, Perairan Kepulauan Babar – Kepulauan Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru dan Laut Arafuru bagian Timur.

Sementara itu, beberapa wilayah Indonesia lainnya juga perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya potensi gelombang yang lebih tinggi, yaitu kisaran 2,5 – 4 meter. Wilayah tersebut di antaranya perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga P. Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian Selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, serta Samudera Pasifik Utara Halmahera.

BMKG mengimbau kepada nelayan dan masyarakat pada umumnya yang beraktivitas di pesisir wilayah yang berpotensi gelombang tinggi agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Beberapa moda transportasi yang perlu diperhatikan, yaitu perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).

“Masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat juga kami imbau agar tetap waspada. Jika terjadi gelombang tinggi, agar berlari menjauh menuju tempat yang lebih tinggi,” ungkap Akhmad. (dar)