MOU - Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan CEO WWF-Indonesia Rizal Malik bersalaman usai menandatangani MoU terkait program konservasi dan edukasi pelestarian lingkungan hidup dan pengembangan pariwisata sesuai prinsip pengelolaan berkelanjutan.

Mangupura (Bisnis Bali) – Dalam rangka menyambut Earth Hour 2019, PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan konservasi dan edukasi lingkungan hidup di 13 bandara yang dikelola dan wilayah sekitarnya. Upaya yang dimaksudkan sebagai peta jalan untuk melakukan transformasi bisnis menuju kehidupan yang berkelanjutan ini dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani bersama WWF-Indonesia di Bali.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi mengatakan, AP I dan WWF-Indonesia menjalin kerja sama dalam program konservasi dan edukasi pelestarian lingkungan hidup dan pengembangan pariwisata sesuai prinsip pengelolaan berkelanjutan. Secara khusus, kerja sama mencakup kegiatan kampanye Earth Hour di 13 bandara dan 8 kota. Program ini untuk meningkatkan kepedulian publik dan para pemangku kepentingan terhadap lingkungan hidup, termasuk program penanganan sampah, penanaman pohon dan pengelolaan ekoturisme. “MoU ini menunjukkan keseriusan AP I untuk mendukung gerakan konservasi dan edukasi lingkungan hidup dengan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan hidup, pengembangan pariwisata sesuai prinsip pengelolaan berkelanjutan,” kata Faik.

Para pelaku bisnis di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyambut baik inisiatif ini dengan menunjukkan komitmen bersama untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai pada praktik usahanya. Hal ini semakin mengukuhkan komitmen AP I dalam pelestarian lingkungan dan promosi praktik bisnis berkelanjutan.

CEO WWF-Indonesia, Rizal Malik mengungkapkan, WWF-Indonesia menyambut baik kemitraan dengan AP I dalam mengimplementasikan program konservasi dan edukasi lingkungan, terutama dukungan untuk mengintegrasikan praktik bisnis yang berkelanjutan ke dalam tata kelola perusahaan. “Saya yakin semua pihak memiliki peran penting dalam mengurangi kerusakan lingkungan hidup dan membalikkan keadaan supaya planet bumi tetap lestari. AP I dengan 13 bandaranya akan berkontribusi besar terhadap upaya ini, terutama karena posisi strategisnya sebagai gerbang ke destinasi pariwisata yang bertanggung jawab,” ujar Rizal.

Seiring dengan komitmen tersebut, AP I melanjutkan dukungannya dalam pengurangan pemanasan global dan dampak perubahan iklim melalui penghematan energi dengan menyelenggarakan kegiatan kampanye global Switch Off Earth Hour 2019 yang diinisiasi oleh Komunitas Earth Hour dan WWF-Indonesia serentak di 13 bandara yang dikelolanya.

Tahun ini, pusat pelaksanaan kegiatan Switch Off akan dilakukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar pada 30 Maret 2019 pukul 20.30-21.30 Wita. Dipastikan kegiatan tersebut tidak akan mengganggu aktivitas operasional dan pelayanan di bandara-bandara AP I. Seluruh penumpang pesawat udara, masyarakat, komunitas, dan stakeholders diharapkan ikut menyukseskan kegiatan Earth Hour tersebut dengan memadamkan lampu atau peralatan elektronik yang tidak digunakan selama satu jam. (dar)