Pencapaian RAT Koperasi di Tabanan Terancam Turun

Tabanan (Bisnis Bali) –
Pencapaian penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT ) di Kabupaten Tabanan untuk tahun buku 2018 yang diselenggarakan pada 2019 terancam menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Betapa tidak, hingga per 15 Maret 2019 jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan yang sudah menggelar RAT yang batas waktunya hingga akhir Marat nanti, tercatat baru mencapai 44,60 persen dari total koperasi yang wajib RAT.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, I Made Yasa, didampingi Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan, Ni Nyoman Yudiani, di Tabanan, Senin (18/3) mengungkapkan, per 15 Maret 2019 jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan mencapai 570. Imbuhnya, dari jumlah tersebut 439 koperasi yang bersetatus aktip, sedangkan 129 koperasi yang tidak aktip.
“Koperasi yang wajib RAT untuk tahun buku 2018 adalah 426. Namun, hingga 15 Maret lalu, dari koperasi yang wajib RAT tersebut hanya 44,60 persen atau 190 koperasi yang sudah menggelar, sedangkan sisanya masih belum,” tuturnya.
Jelas Yasa, dilihat dari jumlah pencapaian RAT tersebut memang sangat kecil, bercermin dari itu pihaknya terus mendorong agar koperasi bersangkutan segera menggelar RAT. Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM Tabanan melalui tim monev turun langsung ke lapangan untuk menanyakan koperasi bersangkutan mengapa tidak menggelar RAT. Sebab prediksinya, hingga kini masih banyak koperasi di Tabanan yang belum bisa menyusun pembukuan secara benar, sehingga terkait itu pihaknya sangat siap membantu untuk melakukan pendampingan.
“Kendala pembuatan laporan keuangan ini tidak saja terjadi pada koperasi yang baru berdiri, namun hal sama juga terjadi pada koperasi yang sudah lama beroprasional. Sebab, sistim pencatatan akuntasi juga berubah sekarang ini, sehingga harus dilakukan lagi penyesuaian terhadap sistim yang baru,” ujarnya.
Tambah Ni Nyoman Yudiani, bercermin dari jumlah pencapaian RAT untuk tahun buku 2018 tersebut yang sedikit, prediksinya ada kemungkinan untuk capaian RAT tahun ini akan lebih kecil atau menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Paparnya, 2018 lalu untuk RAT tahun buku 2017 pencapaiannya 76 persen, sedangkan 2017 lalu untuk tahun buku 2016 untuk pencapaian adalah 83 persen.
“Pencapaian RAT dari tahun ketahun ini cendrung turun. Ada kemungkinan hal tersebut juga dipengaruhi oleh kelesuan ekonomi, sehingga ada kecendrungan posisi kas dikalangan koperasi ini gemuk karena tidak maksimal disalurkan, belum lagi dipengaruhi oleh ketatnya persaiangan lembaga keuangan saat ini,” tandasnya.*man