Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatat realisasi pelaporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) untuk pajak penghasilan yang sudah diterima melalui online atau e-filing per 11 Maret 2019 telah menyentuh 75.935 wajib pajak (WP) atau kurang lebih 52,25 persen. DJP optimistis mendekati akhir Maret  persentase penyampaian akan mengalami peningkatan, harapannya capai 100 persen.
“DJP Bali menyasar WP via e-filing pada 2019 mencapai 173.004 WP,” kata Kepala Kanwil DJP Bali Goro Ekanto di Renon, Rabu (13/3).
Ia mengatakan, WP yang memanfaatkan e-filing sebagai sarana pelaporan mengalami pertumbuhan bila dibandingkan pelaporan via e-filing periode yang sama tahun lalu.
“Apabila dibandingkan, untuk periode akhir Februari 2018 dan 2019 mengalami peningkatan dari 36.768 WP menjadi 57.624 WP,” katanya.
Goro mengharapkan WP yang belum menyelesaikan kewajiban pelaporan SPT untuk segera menuntaskannya sebelum jatuh tempo. Tujuannya, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan sehingga masyarakat dapat merasa nyaman. Ini juga untuk menghindari sanksi administrasi. Ia pun mengimbau WP agar memanfaatkan sarana pelaporan SPT secara elektronik melalui e-filing untuk menghindari antrian panjang yang biasa terjadi di akhir-akhir periode pelaporan SPT di kantor pelayanan pajak.
“WP yang melaporkan kewajiban pelaporan SPT Tahunan pajak penghasilan orang pribadi (PPh OP) sebelum jatuh tempo selain menghindari sanksi, juga untuk kenyamanan penggunaan sistem, mengingat saat ini pelaporan pajak menggunakan e-filing,” sarannya.
Batas akhir pelaporan SPT Tahunan PPh OP akhir Maret dan untuk SPT tahunan pph badan akhir April. Bagi WP terlambat dalam menyampaikan SPT Tahunan dikenakan sanksi berupa denda Rp100.000 untuk SPT Tahunan PPh OP dan Rp1.000.000 untuk SPT Tahunan PPh Badan (Pasal 7 UU KUP).*dik