Denpasar (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali sudah mendapatkan pengakuan dunia internasional dengan meraih predikat The Best Island Destination. Oleh karena itu, pariwisata Bali wajib melestarikan dan mengembangkan pariwisata budaya yang telah mendapatkan pengakuan dunia internasional. Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana, Selasa (12/3) mengatakan, pariwisata Bali wajib melestarikan dan mengembangkan pariwisata budaya yang telah mendapatkan pengakuan dunia internasional.

Ia mengungkapkan, Indonesia akan mengembangkan wisata syariah atau wisata halal masih memungkinkan di luar Bali.  Derah lain seperti Aceh lebih cocok mengembangkan wisata syariah dengan potensi budaya muslimnya yang sangat kental.

Ia menjelaskan, khusus untuk Bali wisata budaya merupakan harga mati. Bali bisa menjadi terkenal di seluruh pelosok dunia seperti sekarang bukan karena daya tarik lainnya tetapi budaya masyarakat Bali yang unik.

Dipaparkannya, Bali memiliki budaya yang tidak ada duanya di dunia. Masyarakat Bali yang ramah juga menjadi daya tarik selain didukung oleh alamnya yang indah.

Lebih lanjut dikatakannya, pariwisata Bali juga didukung fasilitas pariwisata yang sangat lengkap. “Apa saja permintaan wisatawan, Bali tentu punya daya tarik tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, Bali juga memiliki fasilitas pariwisata untuk menyambut wisatawan muslim. Ketika mereka meminta makanan muslim Bali juga mempunyai rumah makan Minang, Wong Solo, rumah makan Tempo Doeloe, Taliwang tanpa harus secara spesifik memberi nama wisata halal. “Restoran di Bali juga berbagai menu lokal, menu nasional, dan menu internasional yang cocok untuk wisatawan muslim,” katanya.

Ketut Ardana menegaskan, jadi Bali tidak bisa diganggu lagi predikatnya sebagai destinasi wisata budaya, karena keunikan budaya itulah wisatawan dari berbagai belahan dunia berduyun-duyun berkunjung ke Bali. (kup)