7.400 Penari Rejang Renteng Meriahkan HUT Ke-415 Kota Singaraja

Singaraja (Bisnis Bali) – Rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Ke-415 Kota Singaraja tahun 2019 siap digelar. Mengusung tema “Bersatu Merangkai Warna Nusantara”. HUT Kota kali ini kembali akan menampilkan atraksi seni budaya, olah raga, bhakti sosial,  dan hiburan lainnya. Hal itu terungkap dalam jumpa pers yang dilaksanakan oleh Panitia HUT Kota Singaraja di Ranggon Sunset kawasan Pantai Penimbangan, Singaraja Selasa (12/3) siang.

Asisten Admintrasi Umum Setda Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd, mengakui diusungnya tema itu tak terlepas dari eksistensi bangsa Indonesia, di mana negara ini dibangun  di atas berbagai warna etnis, budaya, adat dan agama. Namun, menurutnya masih banyak kelompok-kelompok yang mencoba mengingkari hal itu saat ini. “Sehingga tema tersebut sangat relevan untuk kami angkat pada HUT Kota Singaraja tahun ini,” ungkapnya.

Diangkatnya tema tersebut juga tidak terlepas dari ingin digaungkannya kembali persatuan dan kesatuan Bangsa ini dari Buleleng ke seluruh Nusantara, di tengah  makin terkikisnya rasa persatuan dan nasionalisme saat ini.

Dalam pemaparan rangkaian HUT Kota Singaraja itu juga diungkapkan rencana penampilan Tari Rejang Renteng masal yang akan dilaksanakan pada puncak perayaan nanti. Rejang Renteng masal itu rencananya akan disuguhkan oleh sedikitnya 7.400 orang penari yang berasal dari 148 Desa/Kelurahan di Buleleng.

“Masing-masing Desa/Kelurahan akan mengirimkan 50 orang penari. Nanti tarian akan dipentaskan sepanjang jalan Pramuka sampai dengan Ngurah Rai, kurang lebih 1,5 Km,” jelas Sekretaris Dinas Kebudayaan I Made Sudiarba.

Menurut Sudiarba, dipilihnya Tari Rejang Renteng untuk dipentaskan secara massal karena Buleleng ingin memasyarakatkan pakem yang benar dari tarian itu. Selain itu, tarian ini juga menjadi tari Wali yang sering ditarikan pada upacara Dewa Yadnya.

Selain tarian massal, beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan menyemarakkan HUT Ke-415 Kota Singaraja yaitu turnamen Futsal, Jalan Sehat, Lomba Olah Raga Tradisional, Parade Budaya, Lomba Busana Endek, dan kegiatan hiburan. (ira)