Bank Tiga Hari tak Beroperasional, Ini Imbauan OJK dan BI Bali

Denpasar (Bisnis Bali) – Aktivitas perbankan di Bali libur selama tiga hari mulai Rabu (6/3) hingga Jumat (8/3) serangkaian Hari Raya Nyepi. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mengimbau perbankan mengoptimalkan pelayanan terkait channel banking atau transaksi nontunai selama libur panjang Tahun Baru Caka 1941.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda  mengatakan, sama seperti perayaan Nyepi sebelumnya, tahun ini perbankan di Bali telah melakukan antisipasi pelayanan kepada nasabahnya. Harapannya nasabah perbankan tidak merasa dirugikan atau tidak terpenuhi kebutuhannya terhadap dana tuani.

“Pelayanan perbankan tetap dilakukan sehari sebelum libur tetap melayani masyarakat yang ingin bertransaksi seperti melalui ATM, RTM maupun EDC,” katanya.

Seiring berkembangnya teknologi informasi, Elyanus juga berharap perbankan selain fokus pada pelayanan di ATM, pelayanan dalam jaringan atau mobile banking, internet banking juga perlu dioptimalkan menjelang dan sesudah libur panjang tersebut.

OJK pun telah memberikan imabuan kepada lembaga jasa keuangan seperti perbankan dan lembaga keuangan lainnya terkait libur Hari Raya Nyepi.

Hal sama disampaikan Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana. Cik biasa ia disapa menegaskan, BI Bali juga telah mengimbau perbankan di Pulau Dewata untuk menjaga ketersediaan uang kartal pada mesin ATM menjelang Hari Raya Nyepi.

“Kami optimis bank-bank di Bali mampu mencukupi stok uang di ATM, agar masyarakat yang membutuhkan uang tunai saat perbankan libur Nyepi bisa terlayani,” katanya.

BI juga meminta agar bank umum yang memiliki mesin ATM memastikan bahwa mesin otomatis tersebut berfungsi baik. Dalam hal uang di ATM habis, pihaknya berharap bank memastikan agar diisi cepat dan aman.

“Utamanya dalam mendukung transaksi nontunai diharapkan channel banking terjaga dari sisi kelancaran dan keamanannya,” ucapnya.

Terkait imbauan tersebut, Pemimpin Wilayah Bidang Operasional BRI Kanwil Denpasar, Huru Priyono Ambarwito mengatakan, bank menyiapkan uang di ATM hingga Rp265,2 miliar yang terbagi menjadi denominasi pecahan Rp100 ribu dengan nominal Rp76,8 miliar, dan denominasi pecahan Rp50 ribu Rp188,4 miliar.

Selain ATM, pihaknya juga menyiapkan uang di layanan konvensional yaitu teller hingga Rp152,4 miliar yang terbagi ke dalam nominal Rp100 ribu mencapai Rp109,2 miliar, sedangkan denominasi Rp50 ribu mencapai Rp43,2 miliar.

“Setiap tahun kami tentu mempersiapkan ini, agar selama libur panjang layanan bank bisa berjalan dengan baik, sehingga kebutuhan kas saat libur panjang masih bisa terlayani terutama saat seluruh kantor tutup,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman setiap tahunnya, kata dia, puncak nasabah melakukan penarikan adalah sehari jelang Nyepi. “Biasanya H-1 puncak pengambilan uangnya. Tetapi seminggu sebelumnya, sudah ramai orang membelanjakan dan peningkatan transaksi di ATM meningkat biasanya,” katanya

Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB & NTT Suhardi Petrus mengatakan hal sama, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar bisa memaanfaatkan fasilitas e-channel seperti lewat anjungan tunai mandiri (ATM), SMS banking, internet banking, mobile banking serta phone banking menjelang libur Hari Raya Nyepi.

”Kami memiliki berbagai layanan dan fasilitas untuk menunjang kebutuhan transaksi nasabah menjelang libur perayaan Catur Brata Penyepian pada 6 Maret hingga 8 Maret 2019 mendatang,” tegasnya.

Dalam menghadapi libur Hari Raya Nyepi tersebut BNI akan menyiapkan persediaan uang tunai sekitar Rp180 miliar untuk menunjang operasional 521 ATM tunai yang tersebar di seluruh Bali.*dik