Mangupura (Bisnis Bali) – Kalangan bank memastikan akan meningkatkan keamanan di setiap mesin ATM yang mereka miliki menjelang, saat dan sesudah Hari Raya Nyepi. Keamanan ditingkatkan sebagai antisipasi terjadinya pembobolan ATM yang menganggu kelancaran transaksi masyarakat saat merayakan Tahun Baru Caka 1941.

“Keberadaan mesin ATM perbankan sebenarnya sudah dibekali teknologi yang canggih, namun tidak dipungkiri oknum memiliki trik tersendiri sehingga bisa skimming kartu sehingga terjadi pembobolan dana masayarakat,” kata manajer dana bank nasional, Yuliani di Kuta.

Mencegah tindakan skimming inilah, apalagi menjelang Nyepi, ia mengatakan, bank terus memperkuat instrumen keamanan di masing-masing mesin ATM. Teknologi ATM yang digunakan bank sudah sesuai standar internasional. Pihaknya juga melakukan supervisi pada semua outlet, tanpa terkecuali.

“Pihak bank memantau setiap jam kepada tim terkait keberadaan ATM, mulai ada tidaknya ATM mati, tidak terisi uang, CCTV, kebersihan dan kelancaran transaksi,” jelasnya.

Dari sisi kecukupan dana menyambut perayan Nyepi dan  operasional perbankan libur 3 hari, ia mengatakan, kendati bank tutup kantor dipastikan kebutuhan masyarakat terkait dana bisa terlayani dengan baik, karena bisa menggunakan fasilitas ATM. Momen hari raya terjadi peningkatan ekonomi mulai aktivitas berbelanja sandang, pangan, transportasi, hiburan dan kebutuhan rumah tangga lainnya bisa diperoleh lewat dana di ATM. Perputaran uang alami peningkatan dan berpengaruh kepada tingkat kebutuhan uang tunai. Pasokan dana bisa bertambah tiga kali lipat diabndingkan hari normal.

“Seberapa besar kecukupan dana untuk Nyepi di setiap ATM, maaf kami tidak bisa memberitahukan. Dana di ATM pasti cukup, jangan sampai ada pemikiran (oknum jahat) bila pasokan uang berlimpah sehingga timbul kejahatan,” katanya.

Menurut dia, aktivitas di ATM ada peningkatan di atas 60 persen lebih banyak untuk penarikan uang tunai, disusul pembayaran, transfer, pembelian pulsa dan lainnya. Masyarakat juga kini bisa bertransaksi lewat mobile phone. Momen hari raya tidak hanya aktivitas masyarakat lokal saja, wisatawan domestik dan mancanegara gunakan transaksi lewat ATM diestimasikan sangat tinggi.

Sama halnya dikatakan Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma, pihaknya memastikan keamanan di ATM yang tersebar di seluruh Bali. Bank memiliki tim khusus yang memantau ATM.

Pemerhati perbankan, Irawan, M.M. mengatakan, tingginya penggunaan ATM perlu dibarengi dengan keamanan agar terhindar dari kejahatan perbankan (siber hingga hacker).

Agar perbankan terhindar dari kejahatan lewat ATM dan onlinenya, perbankan harus aware dan meningkatkan teknologinya agar mobile banking dan ATM tidak diretas atau bermasalah.

“Standar keamanan harus ditingkatkan lebih tinggi. Keamanan transaksi lewat ATM lewat kartu ATM dan verifikasinya yaitu lewat pin harus canggih,” sarannya.*dik