Gunakan Alsintan, Kalangan Milenial di Tabanan mulai Lirik Pertanian

Tabanan ( Bisnis Bali) –

Sektor pertanian di Kabupaten Tabanan mulai menjadi daya tarik untuk dilakoni oleh sejumlah generasi muda (kalangan milenial) saat ini. Ketertarikan tersebut seiring kian mudahnya bercocok tanam hingga proses panen dengan adanya beragam pilihan alat mesin pertanian (Alsintan) sekarang ini.
“Saat ini untuk menarik generasi muda agar mencintai atau mau terjun ke sektor pertanian, kita sudah mengupayakan dengan membentuk seka-sekaa. Melalui seka tersebut kami harapkan bisa menjadi regenerasi atau melanjutkan SDM pertanian di Tabanan yang sebagian besar sudah cukup berumur saat ini,” tutur Kepala Bidang Peningkatan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suandra, di Tabanan disela-sela diskusi yang digelar Pewarta dengan tema Posisi Tawar Pertanian Tabanan dalam Wacana Sarbagita, di gedung kesenian I Ketut Maria, Kamis (28/2).
Terangnya, lewat sekaa yang diisi oleh kalangan generasi muda ini, nantinya diharapkan bisa melanjutkan sebagai pelaku disektor pertanian dengan mengadopsi penggunaan alsintan. Sebab, bila alsintan ini bisa dikelola secara baik, maka bisa menghemat biaya produksi pertanian dengan nilai cukup tinggi, disisi lain proses penggunaannya cukup praktis dan mudah.
Contohnya, pada tahapan memanen, biasanya jika menggunakan tenaga manusia biaya yang ditimbulkan mencapai Rp 200 ribu per orang. Bila tenaga panen melibatkan lima orang, maka biaya yang dimunculkan menjadi bertambah besar. Yakni, mencapai Rp 1 juta hanya dalam proses pascapanen. Jelas Suandra, biaya yang besar pada tahapan pascapanen ini bisa ditekan atau dihemat, bila menggunakan alsintan, sehingga akan meningkatkan pendapatan petani dalam berproduksi.
“Apa lagi ditambah dengan menggunakan mesin combine, karena combine tersebut untuk per harinya bisa melakukan proses pascapanen dengan luasan lahan yang cukup luas, ditambah waktu yang cepat dan mudah,” ujarnya.
Sambungnya, saat ini petani dari kalangan generasi muda di Kabupaten Tabanan ini sudah mulai muncul. Diantaranya, ada di wilayah Bengkel, daerah Mambang, Bantas, dan daerah Bongan.
Tambahnya, terkait hal sama, dalam waktu dekat rencananya kalangan petani milineal ini akan mendapat pelatihan. Paparnya, pelatihan tersebut akan terbagi menjadi empat angkatan bekerjasama dengan Balai Besar Penyuluh Pertanian Petingan.
“Terkait pelatihan tersebut, kami sudah rapat untuk kemudian segera diadakan pelatihan sesuai dengan komoditas yang ada. Dana pelatihan tersebut dari pemerintah pusat,” tandasnya.*man