Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2019. Dengan sinergi promosi pariwisata, akan memudahkan pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia.

Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali, Dr. Putu Anom, M.Par., Rabu (27/2) mengatakan, Kementerian Pariwisata telah menargetkan kunjungan wisman ke Indonesia sejumlah 20 juta orang tahun 2019. Sementara kunjungan wisman ke Bali minimal harus ditargetkan sekitar 40 persen yakni sekitar 8 juta wisman. “Walaupun pariwisata Bali menargetkan kunjungan lebih kecil, realisasi kunjungan wisman ke Bali 2019 minimal mesti mendekati 8 juta,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk mencapai target 20 juta wisman diperlukan promosi yang gencar ke pasar mancanegara. Promosi ini tentu harus disinergikan antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Dipaparkannya, sama halnya untuk mencapai target kunjungan wisman 8 juta ke Bali diperlukan sinergi promosi antara kabupaten/kota dengan provinsi.

Kabupaten Badung yang mendapatkan pungutan pajak hotel dan restoran (PHR) tertinggi tidak boleh berpromosi sendiri.

Menurutnya, Badung berpromosi ke pasar internasional membawa nama Bali. Ini tentunya promosi sinergi akan lebih efektif untuk pengembangan pariwisata Bali.

Materi promosi tentu juga wajib  memperkenalkan seluruh potensi wisata yang ada di Bali. Di samping menikmati daya tarik wisata di Bali, peningkatan kedatangan wisatawan ke Bali akan mendongkrak tingkat hunian hotel di Badung.

Di samping pemerintah, industri pariwisata juga ikut berperan dalam mempromosikan pariwisata Bali. Peran aktif stakeholders pariwisata sangat penting untuk keberlanjutan pariwisata Bali.

Promosi pariwisata juga sangat perlu mengikutsertakan pengelola desa wisata, pengelola objek wisata, para seniman tari, seniman lukis dan pelaku budaya lainnya. Hal ini untuk memperkenalkan keunikan produk maupun objek wisata di Bali. Tujuan promosi diusahakan tepat sasaran kepada calon-calon wisatawan yang potensial. Hal ini mencakup berbagai negara agar promosi pariwisata efisien.

Putu Anom menambahkan, promosi bersama ini tentu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk. Selanjutnya, pembenahan infrastruktur yang menunjang aktivitas pariwisata di semua wilayah di Bali. (kup)