Denpasar (Bisnis Bali) – Naiknya biaya produksi ayam broiler tidak saja disebabkan tingginya harga pakan, tetapi juga dipengaruhi banyaknya kasus penyakit di lapangan. Guna menekan perkembangan penyakit, peternak ayam broiler terlihat mengarah ke penerapan kandang close house.

Manager Marketing PT Charoen Pokphand Indonesia Wilayah Bali-NTB, Drh. Nengah Suardana, Rabu (27/2) mengatakan, beberapa peternak mulai meningkatkan cara memelihara ayam dengan kandang close house. Kandang ini bisa menyiasati kondisi alam yang cenderung berubah-ubah. “Kondisi cuaca ekstrem secara global memicu perkembangan penyakit ternak,” katanya.

Ia menjelaskan, kandang clouse house bisa lebih ekonomis dalam pemeliharaan ayam broiler. Secara teknis, dengan kandang close house bisa meminimalisasi kehilangan pakan atau pakan yang tercecer. Peternak juga bisa menekan angka kematian ternak ayam broiler. “Dengan kandang close house dapat menekan biaya produksi,” katanya.

Menurutnya, tingkat kepadatan kandang close house bisa 2-3 kali kandang open house. Jika kandang open house per meter persegi hanya untuk 6-8 ekor maka kandang close house bisa 14-18 ekor ayam per meter perseginya.

Ayam broiler yang menghadapi kondisi stres di lingkungan kandang close house sangat minim. Temperatur pada kandang closed house mudah diatur sesuai dengan kebutuhan hidup ayam.

Ia melihat peternak mudah mengontrol bio security pada kandang closed house dibandingkan open house. Keseragaman produksi atau pertumbuhan ayam lebih bagus.

Pencahayaan pada kandang closed house lebih merata dibandingkan open house. Performance ayam sangat bagus sedangkan biaya per kg ayam hidup rendah. Perawatan kandang murah dan daya tahan kandang lebih lama. Hanya saja, kandang close house menuntut pemeliharaan tertentu. “Karena itu, perlu diperhatikan kualitas bahan bangunannya, dan desain juga harus bagus,” katanya.

Nengah Suardana menambahkan, sejauh ini hanya ada satu kelemahan model closed house yaitu pada mahalnya biaya investasi. “Biaya awal tinggi dan energi listrik harus selalu ready,” katanya. (kup)