Mengupura ( Bisnis Bali) – Pasar properti di Bali sangat heterogen. Itu sebagai dampak pariwisata yang menyebabkan banyak investor luar Bali, dan bahkan asing berniat menanamkan modal mereka dengan berinvestasi properti. Demikian Owner Sydney Crown, Iwan Sunito baru – baru ini di Kuta.

Melihat kondisi ini, Bali tentu juga merupakan  tempat yang baik untuk mempromosikan produk properti asing. Ditanya sasaran investasi properti di Bali oleh manajemen Sidney Crown, sebutnya yang jelas pihaknya telah menyiapkan sejumlah dana untuk turut andil mengisi peluang pasar properti di Pulau Dewata.

Mengenai daya saing pengembang nasional dengan Australia, sebutnya secara sumber daya manusia ( SDM) tak kalah mampu bersaing. Namun yang namanya bisnis properti tak bisa lepas dari regulasi pemerintah, suku bunga bank, dan lainnya. Di sinilah perbedaan signifikan antara bisnis properti Indonesia dan Australia.

Pengembang asal Indonesia yang kini raja properti di negeri Kanguru itu, menyampaikan jika saja regulasi dipermudah, suku bunga relatif rendah maka tak ada alasan sektor properti Bali khususnya stagnan. Begitu terbukanya peluang pasar jika mampu diikuti inovasi produk tentu akan mampu memacu penjualan. (gun)