Sulam Alis Tetap Menarik bagi Kaum Hawa

DUNIA persulaman hingga saat ini masih eksis di kalangan perempuan, terutama sulam alis yang tak pernah surut permintaan. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat yang kian praktis, sehingga sulam alis yang menawarkan bentuk alis semi permanen menjadi daya tarik bagi perempuan.

Sulam alis memberikan kemudahan bagi perempuan, sehingga tidak harus ribet untuk melukis alis sebelum melakukan aktivitas dalam keseharian. Hal ini pun membuat para pelaku usaha kecantikan berlomba-lomba memberikan inovasi terbaik untuk menarik minat masyarakat. Penawaran sulam alis dari harga terjangkau hingga kualitas terbaik pun marak.

Salah seorang pemilik salon yang mengunggulkan jasa sulam, Luh Kompyang Pariadnyani, saat ditemui di Renon, Selasa (26/2)  mengatakan, meski di tengah perekonomian yang lesu saat ini, permintaan sulam alis tidak pernah surut. Bahkan dia yang menawarkan jasa sulam lebih kepada kualitas dengan harga mengikuti, tetap menjadi pilihan perempuan.

“Karena berbicara masalah kecantikan dan menjaga penampilan, menjadi pilihan perempuan. Perempuan akan mengupayakan untuk tetap bisa berpenampilan menarik,” ungkapnya.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Jro Melati ini, metode sulam  terus diperbaharui sesuai perkembangan tren, yang mampu menarik minat perempuan untuk menggunakan teknik terbaru. Secara teori sulam alis  bertahan 3-5 tahun, namun karena seringnya pemakaian kosmetik, ada juga yang hanya bertahan 2 tahun. Sehingga setiap harinya permintaan akan sulam terus ada, yang tidak hanya bagi pemula, namun juga bagi perempuan yang ingin memperbaharui model alis.

Adapun metode sulam alis yang diunggulkannya saat ini masih dengan jenis phibrows yang memberikan kesan alis lebih natural dan ringan. Metode sulam phibrows ini pun menawarkan harga yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp3,5 juta. “Namun kualitas dari phibrows ini memang lebih bagus yang memberikan kesan alami pada alis,” katanya.

Variasi harga tentu menjadi pilihan konsumen. Saat konsumen memilih kualitas, maka akan diikuti dengan harga yang lebih tingi. Sedangkan saat konsumen memilih harga yang terjangkau akan diikuti pula dengan kualitas yang diberikan. “Sekarang tergantung kemampuan dan kemauan konsumen itu sendiri, yang saat ini telah banyak penawaran sulam alis, mulai dari yang terjangkau hingga yang menawarkan kualitas,” terangnya. (wid)