Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali saat ini telah mempersiapkan kebutuhan uang kartal untuk memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang jatuh pada 7 Maret 2019 mendatang. BI Bali memproyeksikan kebutuhan uang tunai tersebut mencapai Rp2,4 triliun yang terdiri dari uang pecahan besar (UPB) dan uang pecahan kecil (UPK).

“Proyeksi kebutuhan UPB mencapai Rp2,27 triliun dan UPK di kisaran Rp126 miliar,” kata Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana di Renon, Selasa (26/2).

Ia mengatakan, proyeksi outflow tersebut berarti mengalami peningkatan 30 persen dari realisasi perayaan Nyepi pada 2018 yang mencapai Rp1,85 triliun. Kenaikan outflow tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal di antaranya rangkaian hari libur Nyepi yang cukup panjang mencapai 5 hari, dimulai dari Rabu, 6 Maret 2019 sampai dengan Minggu, 10 Maret 2019. Hal ini berdampak pada kesiapan pemenuhan uang di anjungan tunai mandiri (ATM), arus kas keluar dari Bali sebagai dampak adanya long weekend dan meningkatnya transaksi di masyarakat. g

“Berbeda halnya pada 2018 tidak terlalu besar ada peningkatan karena Nyepi masuk akhir minggu,” ujarnya.

Cik biasa ia disapa mengungkapkan bila dibandingkan kondisi sama 2017, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1939 kondisi sama seperti tahun ini di mana jatuh pada Selasa, 28 Maret 2017 sehingga menimbulkan long weekend selama lima hari juga.

Berdasarkan data proyeksi kebutuhan uang jelang Nyepi maka pada 2016 mencapai Rp1,18 triliun, pada 2017 naik 100 persen menjadi Rp2,3 triliun, pada 2018 turun 22 persen menajdi Rp1,85 triliun dan pada 2019 naik 30 persen menjadi Rp2,40 triliun.

“Hari Raya Catur Brata Penyepian tahun ini jatuh pada awal bulan di mana pada periode tersebut kecenderungan terjadi peningkatan kebutuhan uang secara siginifikan,” jelasnya.

Dari proyeksi kebutuhan uang kartal momen hari raya Nyepi mencapa Rp2,4 triliun, bank sentral telah menyiapkan stok dana mencapai Rp5,03 triliun. Stok dana yang banyak tersebut diprediksi cukup mengakomodir kebutuhan uang bagi kalangan perbankan di Pulau Dewata, termasuk masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil.

“Untuk itu kami harapkan perbankan memastikan kecukupan dana di ATM menjelang dan sesudah Nyepi, “ harapnya.

Ia mengatakan, kecukupan kas yang disiapkan untuk Nyepi 2019 dengan melihat data uang keluar pada periode menjelang Hari Raya Nyepi 2018. “Dari dana yang keluar pada kondisi sama tahun lalu, maka perayaan Nyepi ini BI optimis persediaan kas pada 2019 masih sangat aman dan mencukupi kebutuhan,” ujarnya.*dik