“Pengerupukan” Tanah Lot Tutup lebih Awal

Tabanan (Bisnis Bali) –
Selain sebagai tujuan wisata, Tanah Lot juga menjadi tempat upacara Melasti serangkaian hari raya Nyepi. Terkait hal tersebut, Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot telah menginformasikan kesejumlah agen wisata untuk penyesuaian jadwal kunjungan atau tour ke kawasan terkait kegiatan melasti yang rencananya akan berlangsung pada 4 Maret mendatang.
“Informasi tersebut kami berikan karena pada kegiatan Melasti nanti, khususnya untuk Desa Pekraman Beraban yang ada diseputaran kawasan Tanah Lot akan melakukan prosesi dengan berjalan kaki mulai persiapan dari pukul 14.00 Wita,” tutur Manajer DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana, Selasa (26/1).
Terangnya, melalui informasi tersebut, diharapkan para agen wisata yang berkunjung ke DTW Tanah Lot pada hari tersebut agar menyesuaikan waktu kunjungan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada jalur menuju kawasan DTW Tanah Lot. Imbuhnya, selain Desa Pekraman Beraban, kegiatan Melasti ke kawasan Tanah Lot juga datang dari desa pekraman lain, namun untuk kedatangannya masih bisa diatensi mengingat prosesi Melasti rata-rata menggunakan kendaraan, sehingga tidak signifikan menimbulkan penumpukan atau kemacetan dalam waktu lama.
”Biasanya prosesi Melasti di kawasan DTW Tanah Lot juga menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah wisatawan domestik (wisdom) maupun mancangera (wisman),” ujarnya.
Di sisi lain jelas Toya, terakit momen Pengerupukan (sehari sebelum Nyepi) untuk kunjungan wisatawan akan dibatasi hingga pukul 16.00 Wita dan pada pukul 17.00 Wita kegiatan operasional di kawasan sudah ditutup. Akuinya, jadwal penutupan pada hari Pengerupukan ini dikondisikan lebih awal dari biasanya yang mencapai pukul 19.00 Wita, dan kegaiatan atau oprasional di DTW Tanah Lot akan dibuka kembali seperti biasa pada sehari setelah Nyepi.
Mengenai waktu operasional yang lebih pendek ini, kebanyakan dikalangan guide ataupun travel sudah mengetahui hal tersebut karena sudah biasa diterapkan menjelang Nyepi. Tetapi pihak manajemen tetap memberikan peringatan mengenai operasional yang tutup lebih awal setiap 10 menit sekali kepada pengunjung di hari Pengerupukan tersebut.
Sementara itu, saat ini untuk jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot masih didominasi oleh kedatangan dari wisman, khususnya wisman dari Taiwan dan India. Itu tercermin dari data kunjungan selama Januari 2019 hingga 25 Februari lalu total kunjungan mencapai 427.293 orang, terbagi atas 190.172 orang atau 45 persen merupakan kalangan wisatawan domestik dan 237.121 orang atau 55 persen merupakan kalangan wisman.*man