Bangli (Bisnis Bali) – Indonesia dikenal kaya akan sumber daya alam, termasuk sumber daya pertanian dan perkebunan. Salah satu komoditas unggulan hasil perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yaitu produk kopi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa kopi yang dihasilkan oleh para petani kopi di Indonesia banyak digemari masyarakat termasuk konsumen dari mancanegara.

Potensi ini merupakan kekayaan alam yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu sentra penghasil kopi di wilayah Bali yaitu Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, yang terkenal dengan kopi arabikanya. Kondisi alam wilayah Kintamani yang berhawa sejuk sangat cocok untuk budi daya tanaman kopi ini. Tak heran kalau sejak dahulu masyarakat setempat banyak yang menggantungkan hidupnya dengan  membudidayakan tanaman kopi ini.

Melihat besarnya potensi komoditas kopi ini, sudah saatnya dilakukan pembinaan terutama kepada para petani dan pelaku bisnis ini agar kualitas produknya makin baik dan usahanya makin berkembang. Karena itu, PT Asuransi Kredit Indonesia atau dikenal dengan nama PT Askrindo (Persero), sebuah badan usaha milik negara (BUMN) tertarik untuk melakukan pembinaan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Sejak lama PT Askrindo (Persero) sudah melakukan berbagai pembinaan antara lain dengan memberikan bantuan permodalan dengan biaya yang sangat rendah.

Selain permodalan, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo juga melakukan sejumlah pembinaan melalui pelatihan dan pendampingan. Sebab, para petani dan pelaku bisnis ini tidak hanya membutuhkan modal finansial (financial capital) tetapi juga modal intelektual (intelectual capital) berupa pengetahuan dan keterampilan bisnis serta modal sosial (social capital) berupa penguatan kelompok dan perluasan jaringan.

Salah satu pelatihan yang dilakukan PT Askrindo (Persero) yaitu yang dilakukan tanggal 22-23 Februari 2019 lalu. Pada hari pertama, 22 Februari 2019, dilakukan pelatihan atau capacity building pada kelompok petani kopi “Kuta Mekar Sari”, dengan materi utama “Observasi & Design Lay-out Unit Usaha Pengolahan Kopi”;  serta Desain Kemasan Produk”. Pada pelatihan ini peserta dikenalkan terhadap berbagai mesin dan peralatan pengolahan kopi termasuk cara penggunaan mesin tersebut serta urutan tata penempatan mesin pengolahan yang standar guna mencapai proses pengolahan kopi yang efektif dan efisien. Pada kegiatan tersebut para petani kopi juga diberikan pelatihan tentang desain kemasan produk dengan harapan para petani ke depanya mampu untuk mengemas produk kopi yang dihasilkan untuk meningkatakan nilai jual produk kopi yang dihasilkan.

Pada hari kedua, 23 Februari 2019, dilakukan monitoring pada Kelompok Petani Kopi “Kuta Mekar Sari”, di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Pada kesempatan itu dilakukan pemantauan langsung ke lokasi perkebunan dan tempat pengolahan kopi milik  kelompok tersebut, guna melihat perkembangan usaha mitra binaan yang selama ini sudah mendapatkan pembiayaan dari Askrindo.

Program ini terlaksana berkat kerja sama antara PT Askrindo (Persero) dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, sebuah BUMN yang bergerak di bidang pembinaan dan pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK). Melalui senergi kedua BUMN ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan PKBL dalam meningkatkan kapasitas usaha para pelaku UMK sebagai mitra binaan.

Kerja sama ini juga merupakan kelanjutan dari berbagai kerja sama sebelumnya antara kedua BUMN ini dengan tujuan program ini bisa memberikan manfaat  bagi semua pihak, baik bagi Askrindo, PNM maupun  pelaku UMK yang menjadi mitra binaan. Dengan berkelompok akan lebih mudah bagi pelaku UMK untuk mengakses  pembiayaan  murah yang bersumber dari dana PKBL. Selain itu mitra binaan juga akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas SDM-nya.

“Dengan adanya pembinaan diharapkan  usaha mereka lebih berkembang sekaligus mampu mengembalikan pinjamannya secara tepat waktu,” kata Ahmad Faisal, Kepala Biro Umum. Pihak Askrindo juga akan terus mengembangkan pembiayaan melalui perogram ini sehingga lebih banyak petani dan pelaku UMK yang diberdayakan.

Pihak PNM melalui PNM Cabang Denpasar telah melakukan seleksi dari sekian banyak petani kopi dibiayai dan dibina lebih lanjut. Mereka telah dinilai kelayakan usahanya dengan maksud agar mereka yang terpilih benar-benar pelaku UMK yang siap untuk berkembang lebih lanjut. “Melalui seleksi yang ketat, dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan, diharapkan program ini bisa berjalan lancar dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata,” kata Iman Sewaka, Pemimpin Cabang PT PNM (Persero) Cabang Denpasar. (adv)