Tabanan (Bisnis Bali) – Kebutuhan akan produk properti baik rumah tinggal maupun untuk investasi kian tinggi. Ini peluang namun juga tantangan bagi pengembang untuk mampu eksis di bisnis padat modal dan karya ini.

Demikian praktisi bisnis properti, Bagio Utomo, Senin (25/2). Tantangan pertama adalah mendapatkan lahan yang sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu perizinan, juga pungutan liar masih terbilang menghantui pengembang. Hal ini tantangan berat bagi pengembang untuk eksis. Permodalan yang juga merupakan komponen penting yang menentukan kemampuan operasional dan daya beli pengembang, untuk memproduksi perumahan yang diinginkan pasar.

Ketika sudah komitmen bergerak di sektor ini tentu harus mampu meningkatkan kemampuan diri, baik dengan strategi sumber daya yang dimiliki perusahaan sendiri, maupun dengan cara konsorsium. Ini akan memberikan solusi untuk bisa menangkap peluang yang sudah pasti ada dan berkembang dari waktu ke waktu.

Dia melihat, seiring kebijakan dan kemudahan aturan kredit perumahan untuk milenial, maka pasar ini akan jadi target kedua setelah pasar rumah subsidi.

Sebelumnya, pengembang Agus Sudjana menyampaikan bisnis properti Bali yang selalu menarik di mata investor, itu karena faktor keamanan dan kenyamanan Bali. Ini juga bagian dari faktor eksternal atau komponen dinamika lingkungan yang berpengaruh terhadap bisnis properti. Dia yakin pemilu aman maka akan berdampak pada makin ramainya bisnis properti, karena setelah melesu sejak beberapa tahun silam, kini banyak properti relatif murah, maka dalam teori bisnis sudah saatnya lah untuk membeli. ” Saat ini memang saatnya membeli sehingga ketika properti naik lagi, akan ada keuntungan jika investasi yang dimiliki dilempar lagi ke pasaran,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan bisnis properti Bali yang makin terkenal karena para pemainnya tak hanya lokal tapi juga domestik dan mancanegara. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi kemajuan kawasan dengan semakin mahalnya harga lahan. Bagi pemilik lahan harus tahan diri. Cukup desakan saja properti yang dimiliki sehingga hasilnya berkesinambungan. Selain itu kelola aset properti secara profesional sehingga mampu memberikan dampak positif pada kemajuan kawasan. (gun)